staff.uns.ac.id : Blog untuk staff dan dosen UNS

http://staff.uns.ac.id adalah sebuah homepage dimana staff maupun dosen dilingkungan UNS dapat mendaftarkan dirinya untuk memiliki web site sendiri dengan alamat domain name pribadi masing-masing. http://staff.uns.ac.id ini dibangun untuk mendukung gerakan UNS nge_blog.

Gerakan kampanye UNS nge_blog memberikan fasilitasi kepada staff dan dosen di lingkungan UNS untuk berkreatifitas, menulis,  dan direferensi. Selain memberikan fasilitasi kepada dosen dan staff untuk meningkatkan kreatifitas, gerakan UNS nge_blog ini juga bertujuan untuk meningkatkan peringkat domain http://uns.ac.id ditingkat nasional maupun internasional, baik di webomatric, alexa.com maupun yang lainnya.

Gerakan kampanye UNS nge_blog yang ditopang oleh sistem http://staff.uns.ac.id ini menggunakan teknologi wordpress multi user (mu) dengan tambahan plugin dan template yang  mudah di gunakan oleh staff maupun dosen uns. Memelihara situs web semudah mengetik dalam MS Word.

Segeralah daftarakan diri Anda untuk bergabung bersama gerakan UNS nge_blog dengan cara klik menu pendaftaran yang ada di atas situs ini kemudian kirim pesan yang berisi nama, institusi/fakultas, alamat blog yang diinginkan beserta email yang aktif. Login & Password untuk Anda memelihara situs web, akan dikirim ke email yang yang sudah Anda isikan pada saat mendaftar. Setelah itu secara otomatis Anda akan mempunyai sebuah personal web untuk bisa Anda pergunakan secara gratis

Ayo staff dan dosen UNS saatnya Anda menjadi pihak yang direferensi. Katak saja tidak betah dalam tempurung.. bagaimana dengan Anda..?

Share
  • Eka Nada Shofa Alkhajar's Site | The Great Enthusiasm
    "THE CREDIT BELONGS TO THOSE who are actually in the arena, who strive valiantly; who know the great enthusiasm, the great devotions, and spend themselves in a worthy cause; who at their best, know the triumph of high achievement; and who, at the worst, if they fail, fail while daring greatly, so that their place shall never be with those cold and timid souls who know neither victory nor defeat." -- Theodore Roosevelt, US President... »»MORE
  • -Hanya Sekedar Kutipan - | KEBIASAAN ORANG TUA YANG MENGHASILKAN PERILAKU BURUK PADA ANAK
    BAPAK DAN IBU YANG BAIK, pernahkah anda mengalami salah satu atau beberapa hal dibawah ini : Apakah anda mulai merasa kesulitan mengendalikan perilaku anak anda ? Apakah anda dan pasangan anda sering tidak sepaham dalam mendidik anak-anak ? Apakah anak anda selalu merengek dan memaksa dibelikan sesuatu setiap kali diajak untuk pergi dan belanja ? Apakah anak-anak anda sering bertengkar di rumah dan satu sama lain tidak mau mengalah ? Apakah anak-anak anda selalu saling mengganggu ? Apakah anda mengalami kesulitan karena anak anda selalu bermain di rumah dan sulit untuk mengerjakan hal-hal lain ? Jika anda mengatakan “Ya!” untuk salah satu atau beberapa gejala ini, maka anda adalah orang yang tepat untuk membaca artikel ini. Berikut akan disajikan beberapa kebiasaan orang tua, yang mungkin tidak kita sadari ternyata telah membentuk karakter yang negative sehingga kita sebagai orang tua kesulitan dalm mendidik anak-anak kita yang perilakunya tidak bisa diatur, yang akan disampaikan secara berseri.   Kebiasaan 1 : Raja yang tak pernah salah Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan, tidak jarang tanpa sengaja menabrak kursi/meja. Lalu menangis. Umumnya yang dilakukan orang tua agar tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi/meja, sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup…cup…diem ya…” Akhirnya si anak pun terdiam. Apa akibatnya? Ketika proses pemukulan terhadap benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak bahwa ia tidak pernah bersalah. Yang salah orang/benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya setiap ia mengalami peristiwa dan terjadi kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah oranglain, dan dirinya selalu benar, sehingga yang pantas di hukum adalah orang lain yang tidak melakukan kesalahan. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Yaitu mengajari ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit) :“Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu, supaya tidak membentur lagi. Kebiasaan 2 : Berbohong kecil dan sering Pada saat kita terburu-buru pergi bekerja, anak kita meminta ikut. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau kita mengatakan, “Papa hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaar saja ya, sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam. Apa akibatnya? Dari contoh diatas, jika kita berbohong ringan/bohong kecil, dapat mengakibatkan anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Mereka tidak bisa membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak, sehingga anak menganggap semua yang diucapkan orang tuanya adalah bohong dan mulai tidak menuruti segala perkataan kita. Awalnya, anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, karena mereka sepenuhnya percaya pada orang tuanya. Namun setelah anak beranjak besar mereka mulai tidak menurut. Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian : Sayang, Papa mau pergi bekerja. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo papa libur dan pergi ke kebun binatang, kamu bisa ikut. Hal ini memang membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu sabar dan beri pengertian kepada mereka secara terus menerus. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Kebiasaan 3 : Banyak mengancam Pada saat kita melihat si Kakak sedang menggangu adiknya, kita sering mengatakan dengan berteriak dari tempat duduk kita, “Jangan ganggu adik, nanti papa/mama marah!” Apa akibatnya? Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa menghentikan aktifitas kita, bagi mereka itu sudah merupakan suatu ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “…nanti papa/mama marah.” Apa yang sebaiknya kita lakukan? Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Cukup dekati si anak. Tatap matanya dengan lembut, namun perlihatkan bahwa ekspresi kita tidak senang dengan tindakan mereka, dan dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Papa/mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini kepada adikmu. Bila kamu tidak mau meminjamkannya, Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. Mainan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau meminjamkannya pada adikmu dan Papa/mama akan makin sayang sama kamu.” Tepati pernyataan kita itu dengan tindakan nyata. Kebiasaan 4 : Bicara tidak tepat sasaran Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, “Papa/Mama tidak suka bila kamu begini atau begitu!” atau “Papa/Mama tidak mau melihat kamu berbuat seperti itu lagi!” Namun kita tidak menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal-hal yang kita inginkan. Apa akibatnya? Anak tidak mengerti apa yang diingini oleh orang tuanya, sehingga yang terserap oleh anak adalah hal-hal yang tidak disukai oleh orang tuanya, sehingga anak terus mencoba hal yang baru dan dari sekian banyak percobaan yang baru tersebut, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya. Hal ini yang mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal-hal yang tidak disukai orang tuanya dengan tujuan untuk membuat kesal orang tuanya karena tindakannya selalu salah dihadapan orang tuanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Sampaikanlah hal-hal yang kita inginkan secara intensif pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai. Dan pada waktunya, ketika mereka sudah memahami dan melakukan segala hal yang kita inginkan, ucapkanlah terima kasih dengan tulus dan penuh sayang atas segala usahanya untuk berubah. Kebiasaan 5 : Menekankan pada hal-hal yang salah Kita selaku orang tua sering mengeluhkan perilaku anak-anak kita yang tidak pernah akur dan selalu bertengkar. Apa yang kita lakukan? Melerai atau memarahi semua pihak. Lalu kita ingat-ingat lagi, apa yang kita lakukan bila mereka bermain dengan akur atau tidak bertengkar? Seringkali kita mendiamkan mereka bukan? Tidak menyapa mereka karena beranggapan tidak perlu dan mereka sudah bermain dengan baik dan tidak bertengkar. Apa akibatnya? Dengan menganggap tidak perlu itulah yang membuat mereka terpicu untuk kembali bertengkar, karena dengan bertengkar, mereka mendapat perhatian dari orang tuanya. Dengan mendiamkan mereka karena tidak bertengkar, membuat mereka juga tidak tahu bila kita senang dengan kerukunan itu. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berilah pujian setiap kali mereka bermain dengan asyik dan rukun, setiap kali mereka berbagi di antara mereka dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami, misalnya :”Nah, gitu dong kalau main. Yang rukun dan mau saling meminjamkan. Papa/Mama senang dan tambah sayang.” Lalu peluklah mereka sebagai ungkapan senang dan sayang. Kebiasaan 6 : Merendahkan diri sendiri Bila anak anda terlalu asyik bermain play station sehingga mengalahkan jam belajar, apa yang anda lakukan? Mungkin kita sering mengatakan :”Ayo, matikan play station-mu itu. Awas ya, nanti dimarahi sama papa kalo pulang dari kerja.” Kita selalu menggunakan ancaman dengan figur yang ditakuti oleh si anak. Apa akibatnya? Dengan menggunakan ancaman, kita tidak sadar telah mengajarkan kepada anak bahwa mereka akan menurut jika mereka ditakut-takuti dahulu. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Siapkan aturan main sebelum kita bicara, setelah siap, dekati anak, tatap matanya, dan katakan dengan nada serius bahwa kita ingin ia berhenti bermain sekarang atau berikan pilihan, misal : “Sayang, Papa/Mama ingin kamu mandi. Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi? Bila jawabannya, “lima menit lagi pa/ma.” Kita jawab kembali, “Baik, kita sepakat setelah lima menit, kamu mandi ya. Tapi jika tidak berhenti setelah lima menit, dengan terpaksa Papa/Mama simpan hingga lusa.” Setelah persis lima menit, dekati si anak, tatap matanya dan katakan sudah lima menit, tanpa kompromi dan tawar menawar lagi. Jika dia tidak menepati pilihannya, langsung laksanakan konsekuensinya segera. Kebiasaan 7 : Papa dan Mama tidak kompak Seorang ibu meminta anaknya yang menonton televisi terus menerus untuk mengerjakan tugas sekolahnya, tapi pada saat yang bersamaan, si bapak membela si anak dengan mengatakan bahwa tidak masalah bila menonton televisi terus, dengan alasan supaya anaknya tidak stres. Apa akibatnya? Anak-anak pada umumnya belum dapat memahami nilai benar dan salah. Mereka lebih cepat menangkap rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi dirinya, sehingga si anak memberi nilai bahwa ibunya jahat dan bapaknya baik, akibatnya, setiap kali ibunya memberi perintah, ia akan mulai melawan dengan berlindung di balik pembelaan bapaknya. Perlahan tapi pasti, anak akan belajar untuk terus melawan terhadap ibunya. Demikian sebaliknya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Untuk itu diperlukan peranan orang tua dalam mendidiknya. Peran itu bukan tugas ibu saja atau bapak saja, tapi keduanya. Ketika orang tua tidak kompak dalam mendidik anak-anaknya, maka anak tidak akan pernah menjadi lebih baik. Dihadapan anak, jangan sampai berbeda pendapat untuk hal-hal yang berhubungan langsung dengan persoalan mendidik anak. Apabila ada pandangan yang berbeda dalam mendidik anak, bicarakan hal ini secara pribadi dengan pasangan kita. Kebiasaan 8 : Campur tangan Kakek, Nenek, Tante atau pihak lain Pada saat kita sebagai orang tua sudah berusaha untuk kompak satu sama lain dalam mendidik anak-anaknya, tiba-tiba ada pihak ke-3, yaitu kakek, nenek, om, tante atau pihak lain di luar keluarga inti, yang muncul dan cenderung membela si anak. Apa akibatnya? Bila dalam satu rumah terdapat pihak di luar keluarga inti yang ikut mendidik pada saat orang tua mendidik, anak akan cenderung berlindung di balik orang yang membelanya, anak juga cenderung melawan orang tuanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Pastikan dan yakinkan kepada siapa pun yang tinggal di rumah kita untuk memiliki kesepakatan dalam mendidik dan tidak ikut campur pada saat proses pendidikan sedang dilakukan oleh kita sebagai orang tua. Berikan pengertian sedemikian rupa dengan bahasa yang bisa diterima dengan baik oleh para pihak ke-3. Kebiasaan 9 : Menakuti anak Pada saat anak kita menangis dan kita berusaha untuk menenangkannya, kita sering mengatakan kepada si anak :”Eh, kalo nangis terus nanti disuntik lho …” atau “Kalo kamu nangis terus, Papa/mama panggil pak satpam ya.” Anak akhirnya memang cenderung untuk berhenti menangis atau merengek dan menuruti kita. Apa akibatnya? Dengan pernyataan ancaman atau menakut-nakuti, sebenarnya kita telah menanamkan rasa tidak suka atau benci pada institusi atau pihak yang kita sebutkan. Anak akan tidak suka atau takut dengan figur dokter/satpam. Pernyataan mengancam/menakuti akan semakin dipahami anak sebagai kebohongan orang tua seiring perjalanan tumbuh kembang anak. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah jujur dan berikan pengertian pada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang dewasa karena sesungguhnya anak-anak juga mampu berpikir dewasa. Jika anak minta dibelikan permen katakan padanya akibat yang dapat ditimbulkan pada gigi dari pemanis buatan itu. Jika anak tetap memaksa, katakanlah dengan penuh pengertian dan tataplah matanya, “Kamu boleh menangis, tapi papa/mama tetap tidak akan membelikan permen.” Biarkan anak kita yang memaksa tadi menangis hingga diam dengan sendirinya. Kebiasaan 10 : Ucapan dan tindakan tidak sesuai Ada sebagian orang tua yang menetapkan pola asuhnya dengan menggunakan cara memberi penghargaan dengan pujian atau bahkan hadiah untuk kebaikan yang dilakukan oleh anaknya. Contohnya “Jika kamu mau membersihkan tempat tidurmu, maka di akhir pekan papa/mama mengajakmu jalan-jalan”. Dan pada akhir pekan, ternyata kita tidak dapat memenuhi janjinya, sehingga anak kita menjadi marah. Apa akibatnya? Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, jika kita tidak menepati janji, maka kita tidak dipercaya oleh anak dan selanjutnya, anak mulai tidak mau menuruti yang kita minta. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jangan pernah mudah mengumbar janji pada anak dengan tujuan untuk merayunya, agar ia mau mengikuti permintaan kita. Pikirlah dahulu sebelum berjanji apakah kita benar-benar bisa memenuhi janji tersebut. Jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf, berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan apa yang kita bisa lakukan bersama anak untuk mengganti janji itu. Kebiasaan 11 : Hadiah untuk perilaku buruk anak Pada saat kita bersama anak berada di tempat umum, si anak minta dibelikan mainan. Lalu kita katakan tidak boleh. Si anak terus merengek dan rengekannya semakin kuat hingga menjadi teriakan dan ada gerakan perlawanan. Kita tetap mengatakan tidak boleh. Dan pada saat kita berada di antrian bayar kasir, dia merengek lagi dengan kekuatan penuh untuk membuat kita malu di depan umum. Dan akhirnya, tibalah saat yang dinantikan oleh anak dengan mendengar pernyataan dari kita sebagai orang tua : “Ya sudah, kamu ambil satu. Satu saja ya!”. Apa akibatnya? Saat kita memberi pernyataan, …”Ya sudah, kamu ambil satu.” … kita telah memberikan hadiah pada perilaku buruk yang dilakukannya. Dan sejak saat itu juga, anak mempelajari sesuatu bahwa untuk bisa mendapatkan sesuatu yang diinginkan maka dia harus membuat perlawanan yang cukup heboh di tempat yang “strategis”. Anak mempelajari bahwa apa pun permintaannya dapat dikabulkan bila melalui perlawanan yang gigih. Kejadian ini akan terus diulangi dan diuji-cobakan pada permintaan yang lain. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Tetaplah berlaku konsisten, tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang tua yang ‘tega’ atau ‘kikir’. Ingatlah selalu bahwa kita sedang mendidik anak. Sekali kita konsisten, anak tak akan pernah mencobanya lagi. Ingat sekali lagi : tetaplah KONSISTEN dan pantang menyerah! Apa pun alasannya, jangan pernah memberi hadiah pada perilaku buruk si anak. Kebiasaan 12 : Merasa bersalah karena tidak bisa memberikan yang terbaik Dalam kehidupan saat ini, dimana sebagian besar orang tua banyak menghabiskan waktunya di kantor/ tempat kerja daripada bersama anaknya, menyebabkan banyak orang tua merasa bersalah atas situasi ini. Akibatnya para orang tua menyetujui perilaku buruk anaknya dengan ungkapan yang sering dilontarkan, “Biarlah dia seperti ini mungkin karena saya juga yang jarang bertemu dengannya…” Apa akibatnya? Semakin orang tua merasa bersalah terhadap keadaan, semakin banyak kita menyemai perilaku buruk anak kita. Semakin kita memaklumi perilaku buruk yang diperbuat anak, akan semakin sering ia melakukannya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Apa pun yang bisa kita berikan secara benar pada anak kita adalah hal yang terbaik. Tiap keluarga memiliki masalah yang unik, tidak sama. Ada orang punya kelebihan pada aspek financial tapi miskin waktu bertemu dengan anak, sebaliknya ada yang punya banyak waktu bersama tapi kekurangan dari sisi ekonomi. Jadi yakinlah bahwa dalam kondisi apa pun kita tetap bisa memberikan yang terbaik. Jadi, jangan pernah memaklumkan hal-hal yang tidak baik. Lakukanlah pendekatan kualitas jika kita hanya punya sedikit waktu, gunakan waktu yang minim itu untuk bisa berbagi rasa sepenuhnya dengan anak kita. Menyisihkan waktu di antara sisa-sisa tenaga kita, memang tidak mudah. Tapi lakukanlah demi mereka dan keluarga kita, maka akan terbiasa. Kebiasaan 13 : Mudah menyerah dan pasrah Pernahkah kita mengucapkan kata-kata : “Duh.. anak saya itu memang keras betul…saya tidak sanggup lagi untuk mengaturnya.” Atau “Biar sajalah, terserah apa maunya. Saya sudah tidak sanggup lagi untuk mendidiknya.” Apa akibatnya? Dalam kondisi kita sebagai orang tua tidak tegas dan mudah menyerah, si anak justru keras dan lebih tegas. Akibatnya dalam banyak hal, si anak jauh lebih dominan dan mengatur orang tuanya. Akibat lebih lanjut orang tua sulit mengendalikan perilaku anaknya dan cenderung pasrah. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Belajar dan berusahalah dengan keras untuk menjadi lebih tegas dalam mengambil keputusan, tingkatkan watak keteguhan hati dan pantang menyerah. Bila kita mudah menyerah, kepada siapa kita akan melimpahkan tugas kita ini dalam mendidik anak? Kebiasaan 14 : Marah yang berlebihan Pernahkah kita memarahi anak kita karena melakukan kesalahan karena kelengahan kita menjaga mereka? Bahkan tidak jarang kita melakukan kekerasan fisik. Apa akibatnya? Sering kita menyamakan persepsi antara mendidik dan memarahi. Perlu diingat, memarahi adalah cara mendidik yang paling buruk. Pada saat memarahi anak, kita tidak sedang mendidik mereka, melainkan melampiaskan tumpukan kekesalan kita karena tidak bisa mengatasi masalah dengan baik dan merupakan upaya untuk melemparkan kesalahan pada anak kita. Dan setelah selesai marah kita akan menyesal dan cenderung tidak konsisten terhadap apa yang telah kita tetapkan. Rasa menyesal ini juga sering kita ganti dengan memberikan dispensasi atau membolehkan hal-hal yang sebelumnya kita larang. Bila hal ini terjadi, anak kita akan selalu berusaha memancing kemarahan kita, kemudian kita kembali menyesal dan si anak menikmati hasilnya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jangan pernah bicara pada saat marah! Pergilah menghindar hingga amarah reda. Setelah itu bicara “tegas” dan bukan berbicara “keras”. Bicara tegas adalah bicara dengan nada yang datar, dengan serius dan menatap wajah serta matanya dalam-dalam. Bicara tegas adalah bicara pada saat pikiran kita rasional. Sedangkan bicara keras adalah pada saat pikiran kita dikuasai emosi, sehingga kata-kata kita tidak bisa terkontrol. Anak yang dimarahi cenderung tidak bertambah baik, ia akan menimpali dengan kesalahan yang sama. Maka bertindaklah tegas jika kita ingin anak kita menjadi lebih baik. Kebiasaan 15 : Gengsi untuk menyapa Kita pasti pernah mengalami bahwa kita telanjur marah besar terhadap anak, biasanya amarah terbawa selama berhari-hari, sehingga hubungan kita dengan anak menjadi renggang. Apa akibatnya? Akibat rasa kesal yang masih tersisa dan ditambah “gengsi”, kita enggan menyapa anak kita. Masing-masing pihak menunggu untuk memulai kembali hubungan yang normal. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Kita sebagai orang tua yang harus memulai saat anak mulai menunjukkan tanda-tanda perdamaian dan mengikuti keinginan kita, jangan tunda lagi, dan bukalah pembicaraan dengannya. Ajaklah kembali bicara seperti biasanya, jika perlu mintalah maaf atas apa yang telah terjadi diantara kita dan anak kita. Anak pun akan ikutan meminta maaf, sehingga tanpa disadari oleh si anak, dia akan merasa bahwa kita tidak suka pada sikap anak kita dan bukan pada pribadi anak kita. Kebiasaan 15 : Memaklumi yang tidak pada tempatnya Kebanyakan orang tua bila melihat anak berperilaku usil dan suka mengganggu, cenderung mengatakan : “Ya, maklumlah namanya juga anak-anak…” Apa akibatnya? Karena kita selalu memaklumi tindakan keliru yang dilakukan oleh anak-anak, otomatis si anak berpikir bahwa perilakunya saat ini sudah benar, karena tidak ada teguran. Sehingga ia akan selalu mengulangi tindakan keliru atau buruk itu. Akan berdampak lebih buruk lagi, bila perilaku ini dipertahankan hingga ia dewasa. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Kita tidak perlu memaklumi suatu hal yang tidak perlu dimaklumi. Kita harus mendidik setiap anak tanpa kecuali dengan tegas (ingat : bukan keras) sejak usia 2 tahun. Semakin dini usianya, semakin mudah untuk diajak kerja sama. Ia akan mau diajak bekerja sama selama kita selalu mengajaknya berdialog dari hati ke hati, tegas dan konsisten. Tidak perlu menunggu hingga usianya beranjak dewasa. Semakin bertambah usia, semakin tinggi tingkat kesulitan untuk mengubah perilaku buruknya. Kebiasaan 17 : Penggunaan istilah yang tidak jelas maksudnya Seberapa sering kita sebagai orang tua mengungkapkan pernyataan seperti, “Awas ya, kalau kamu ikut Papa/mama, tidak boleh nakal!” atau “Awas, kalo mau ikut Papa/mama jangan macam-macam ya”. Apa akibatnya? Kita sering menggunakan istilah-istilah yang tidak memiliki maksud yang jelas seperti istilah “nakal” atau “jangan macam-macam”. Istilah ini akan membingungkan anak kita. Dalam benak mereka bertanya apa yang dimaksud dengan nakal, tingkah laku seperti apa yang masuk dalam kategori nakal, dan perilaku apa yang masuk kategori macam-macam. Selain bingung, anak juga akan menebak-nebak arti dari istilah nakal atau macam-macam. Sehingga, mereka mencoba-coba untuk mengetahui perilaku yang masuk kategori nakal atau macam-macam itu. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Bicaralah dengan jelas dan spesifik, misalnya, “Sayang, bila kamu ingin ikut Papa/mama, kamu tidak boleh minta mainan, permen dan tidak boleh berteriak di kasir seperti minggu lalu ya”. Sehingga anak jelas memahami keinginan kita dan berusaha memenuhinya. Jangan lupa untuk menetapkan kesepakatan bersama apa konsekuensinya jika hal itu dilanggar. Kebiasaan 18 : Mengharap perubahan instan Ketika anak terlambat bangun, tidak membereskan tempat tidur atau sulit dimandikan, kita ingin bahwa anak kita berubah total dalam jangka waktu sehari. Apa akibatnya? Karena terbiasa hidup dalam budaya “instan” seperti mie instan, susu instan, the instan, sehingga setiap anak berbuat salah, kita sering ingin sebuah perubahan yang instan juga. Apabila kita sering memaksakan perubahan pada anak kita dalam waktu singkat tanpa tahapan yang wajar, kemungkinan besar anak sulit memenuhinya. Dan ketika ia gagal dalam memnuhi keinginan kita, ia akan frustasi dan tidak yakin bisa melakukannya lagi. Akibatnya ia memilih untuk melakukan perlawanan seperti banyak memberi alasan, acuh tak acuh atau marah-marah. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jika kita mengharapkan perubahan kebiasaan pada anak, berikanlah waktu untuk tahapan-tahapan perubahan yang rasional untuk bisa dicapainya. Hindari target perubahan yang tidak mungkin bisa dicapainya. Bila mungkin ajak ia melakukan perubahan dari hal yang paling mudah. Biarkan ia memilih hal yang paling mudah menurutnya uantuk diubah. Jika ia berhasil, itu akan memotivasi anak untuk melakukan perubahan lainnya yang lebih sulit. Puji dan jika perlu dirayakan setiap perubahan yang berhasil dilakukannya, sekecil dan sesederhana apa pun perubahan tersebut. Ini untuk menunjukkan betapa seriusnya perhatian kita terhadap usaha yang telah dilakukannya. Pusatkan pujian kita pada usaha kerasnya dan jangan memusatkan pada hasilnya yang kadang-kadang kurang memuaskan kita. Kebiasaan 19 : Pendengar yang buruk Suatu hari anak kita pulang terlambat, seharusnya siang ternyata baru pulang sore hari. Kita tidak mendapat keterangn apa pun darinya dan kita merasa kesal menunggu, sekaligus juga khawatir. Lalu pada saat anak kita sampai dan masih lelah, kita langsung menyambutnya dengan serentetan pertanyaan dan omelan. Bahkan setiap anak hendak bicara, kita selalu memotongnya. Akibatnya ia malah tidak mau bicara dan marah pada kita. Apa akibatnya? Pada saat seperti itu, yang sangat dibutuhkan oleh seorang anak adalah ingin didengarkan dan ingin diperhatikan. Padahal keterlambatannya ternyata disebabkan adanya tugas mendadak dari sekolah. Ketika anak tidak mendapat kesempatan untuk berbicara, ia merasa tidak dihargai dan akhirnya dia juga berbalik untuk tidak mau mendengarkan kata-kata kita. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Mulai saat ini jadilah pendengar yang baik. Perhatikan setiap ucapan ceritanya, sehingga kita mengetahui permasalahan secara utuh dan benar. Cukup dengarkan dahulu dengan memberi tanggapan antusias dan empati. Tahanlah untuk tidak berkomentar apa pun sampai anak kita mengatakan, “Menurut Papa/mama bagaimana?”. Ingatlah pesan yang disampaikan oleh Tuhan melalui anggota tubuh kita, yaitu Tuhan memberi kita 2 telinga dan 1 mulut, yang artinya Tuhan menghendaki kita 2 kali mendengarkan dan 1 kali berbicara. Dan jangan dibalik. Kebiasaan 20 : Selalu menuruti permintaan anak Apakah anak kita adalah anak semata wayang? Atau anak laki-laki yang ditunggu-tunggu dari beberapa anak perempuan kakak-kakaknya? Atau mungkin anak yang sudah 10 tahun ditunggu-tunggu baru kita dapatkan? Fenomena ini seringkali menjadikan orang tua teramat sayang pada anaknya, sehingga setiap kemauan anak selalu dituruti. Apa akibatnya? Seperti seorang raja kecil, semakin hari tuntutannya semakin aneh-aneh dan kuat. Jika ini sudah menjadi kebiasaan maka kita akan sulit sekali membendungnya. Anak yang dididik dengan cara ini akan menjadi anak yang super egois, tidak kenal toleransi dan tidak bisa bersosialisasi. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Betapapun sayangnya kita pada anak jangan pernah memberlakukan pola asuh seperti ini. Rasa sayang tidak harus ditunjukkan dengan menuruti segala kemauannya. Jika kita benarsayang, maka kita harus mengajarinya tentang nilai baik dan buruk, yang benar dan salah, yang boleh dan tidak boleh dilakukan.Kita harus menerapkan pola asuh sesuai tipologi sifat dasarnya. Jika tidak, rasa sayng kita akan “kebablasan” dan menjadikannya anak yang “semau gue” atau egois/manja. Kebiasaan 21 : Terlalu banyak larangan Seberapa banyak kita jumpai orang tua yang ingin menjadikan anaknya seperti apa yang dia inginkan secara sempurna (Perfectionist)? Yang cenderung membentuk anaknya sesuai dengan keinginannya, anaknya harus begini dan tidak boleh begitu, dilarang melakukan ini dan itu. Hal tersebut terkadang dilakukan secara berlebihan, sampai-sampai hal yang paling pribadi pun ikut-ikutan diaturnya. Apa akibatnya? Anak tercipta untuk menjadi dirinya sendiri dengan cara yang benar sesuai nilai-nilai yang berlaku. Pada saat kita menerapkan pola asuh perfectionist, pada saatnya anak tidak tahan lagi dengan cara kita. Ia pun akan melakukan perlawanan, baik dengan cara menyakiti diri, dengan perlawanan tersembunyi atau dengan perang terbuka.   Apa yang sebaiknya kita lakukan? Kurangilah sifat kita yang perfeksionis. Berilah ijin kepada anak untuk melakukan banyak hal yang baik dan positif. Berlatihlah untuk selalu berdialog. Bangunlah situasi saling mempercayai antara kita dan anak kita. Kurangilah jumlah larangan yang berlebihan. Gunakan kesepakatan-kesepakatan untuk memberikan batas yang lebih baik. Kebiasaan 22 : Terlalu cepat menyimpulkan Pada saat anak pulang terlambat dan hendak menceritakan penyebabnya, kita memotong pembicaraan dengan mengatakan, “sudah-sudah tidak perlu banyak alasan”. Atau “ Ah, Papa/mama tahu, kamu pasti main ke tempat itu lagi kan?!”. Apa akibatnya? Kita cenderung memotong pembicaraan pada saat anak kita sedang memberikan penjelasan dan segera menentukan kesimpulan akhir yang biasanya cenderung memojokkan anak kita. Padahal kesimpulan kita belum tentu benar dan seandainya benar cara ini akan menyakitkan hati si anak, sehingga anak akan menyimpulkan bahwa kita adalah orang tua yang sok tahu, tidak mau memahami keadaan dan menyebalkan. Dan akibatnya anak malah akan benar-benar melakukan hal-hal yang kita tuduhkan kepadanya. Ia tidak pernah mau mendengarkan nasihat kita dan ia akan pergi pada saat kita sedang berbicara padanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jangan pernah memotong pembicaraan dan mengambil kesimpulan terlalu dini. Dengarkan, dengarkan dan dengarkan sambil memberi tanggapan positif dan antusias. Ada saatnya bahwa kita akan diminta bicara, tentunya setelah anak kita sudah selesai dengan penjelasannya.   Kebiasaan 23 : Mengungkit kesalahan masa lalu Seringkali kita mengungkit-ungkit catatan kesalahan yang pernah dibuat anak kita, contohnya, “Tuh kan Papa/mama bilang apa? Kamu tidak pernah mau dengerin sih, sekarang kejadian kan. Makanya dengerin kalo orang tua ngomong. Dasar kamu memang anak bebal sih”. Apa akibatnya? Kita berharap, dengan mengungkit kejadian masa lalu mengenai catatan kesalahannya, anak akan belajar dari masalah. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Ia akan sakit hati dan berusaha mengulangi kesalahan-kesalahannya sebagai tindakan pembalasan dari sakit hatinya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jika kita tidak ingin anak kita berperilaku buruk lagi, jangan pernah mengungkit-ungkit lagi masa lalunya. Cukup dengan tatapan mata, jika perlu rangkul anak kita. Ikutlah berempati sampai dia mengakui kesalahannya. Ungkapkan pernyataan seperti, “Y, sayang kita semua manusia biasa, setiap orang pasti pernah keliru dan salah. Papa/mama yakin ini adalah pelajaran berharga buat kita semua dan mulai besok kamu yang memutuskan yang terbaik”. Dan bila ternyata anak kita yang mengungkit kekeliruannya di masa lalu, kita cukup memberikan anggukan kepala serta pujian bahwa dia mau belajar dari pengalaman. Berilah pujian dengan ungkapan, “Kamu memang anak papa yang luar biasa. Papa bangga kamu bisa mengambil hikmah positif dari kejadian yang kamu alami”. Kebiasaan 24 : Suka membandingkan Kebanyakan orang tua, entah sadar atau tidak justru sering membanding-bandingkan anaknya dengan orang lain/ satu sama lain. Contohnya, “Coba kalo kamu mau rajin belajar seperti kakak, pasti nilai rapor kamu tidak seperti ini!”.   Apa akibatnya? Jika kita sering melakukan kebiasaan membandingkan satu dengan yang lain, maka akan mengakibatkan anak makin tidak menyukai kita dan merasa iri dan benci pada si pembanding. Sementara itu, anak si pembanding akan merasa arogan dan tinggi hati. Anak yang sering dibandingkan akan menjadi anak pemangkang dan berperilaku makin buruk serta berupaya menjatuhkan si pembanding dengan berbagai cara. Kita secara tidak sadar telah memicu pertengkaran diantara anak-anak kita sendiri. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jangan pernah sekali-kali membanding-bandingkan satu dengan lainnya, karena setiap anak terlahir dengan membawa perbedaan. Catat perubahan perilaku masing-masing anak. Jika ingin membandingkan, bandingkanlah perilaku anak yang sama dimasa lalu dengan perilaku anak yang sama di masa kini. Motivasilah terus untuk maju. Pujilah segala usaha kerasnya. Berikan ungkapan, “Sayang, Papa/mama perhatikan dulu kamu itu hebat lho seringkali menolong adikmu. Tapi kok sekarang Papa/mama tidak pernah lagi melihat kamu melakukannya ya? Kenapa sayang?” atau “Eh, biasanya anak Papa/mama suka merapikan tempat tidur ya, kenapa hari ini nggak?”. Kebiasaan 25 : Paling benar dan paling tahu segalanya Pernah tidak kita sebagai orang tua melontarkan pernyataan seperti, “Ah…kamu ini masih bau kencur tahu apa soal hidup”. Atau “Kamu tau ngga, Papa dan Mama sudah banyak makan asam garamnya kehidupan, jadi kamu ngga perlu nasihatin Papa-Mama”. Apa akibatnya? Jika kita memiliki kebiasaan ini, maka kita telah membuat proses komunikasi dengan anak-anak mengalami jalan buntu. Meskipun kita bermaksud menunjukkan superioritas kita di depan anak, tapi yang ditangkap anak malah semacam kesombongan yang luar biasa. Tentu saja tak seorang pun mau mendengarkan nasihat orang yang sombong. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Seringkali usia orang tua dijadikan acuan tentang banyaknya pengetahuan dan pengalaman. Namun untuk saat ini, kondisi itu sudah tidak tepat lagi. Siapa yang lebih banyak mendapatkan informasi dan banyak mengikuti kegiatan baik yang bersifat bisnis atau sosial, lokal/internasiona, dialah yang lebih banyak tahu dan berpengalaman. Seperti seorang pilot, kepiawaiannya dinilai dari jumlah jam terbang, bukan dinilai berdasarkan usia. Jadi janganlah pernah merasa menjadi orang yang paling tahu, paling hebat dan paling banyak makan asam garam.Kita harus selalu ingat sifat padi yang semakin berisi akan semakin merunduk. Dengarkanlah setiap masukan yang datang dari anak kita, tanpa merasa lebih rendah. Bila kita kurang setuju dengan pandangan anak kita, dukunglah idenya terlebih dahulu, kemudian ceritakan pengalaman kita yang berkaitan dengan ide tadi. Kebiasaan 26 : Saling melempar tanggung jawab Kita sering mendengar (atau mungkin mengalami) beberapa suami terhadap istri atau sebaliknya mengungkapkan pernyataan seperti, “Kamu sih memang tidak becus mendidik anak,” kata sang suami, kemudian sang istri tak kalah sengit menjawab, “Enak saja, selama ini kamu kemana saja?” tukas sang istri. Kemudian ditanggapi lagi oleh sang suami, “Lho itukan tugas kamu mendidik anak, aku tugasnya mencari nafkah. Jadi kalo ada apa-apa sama anak, ya kamulah yang paling bertanggung jawab!”. Begitulah pertempuran mulut yang tiada berujung dan tiada berakhir. Apa akibatnya? Mendidik anak merupakan tanggung jawab orang tua, yaitu bapak dan ibu. Bila tidak maka proses pendidikan anak akan terasa timpang dan jauh dari berhasil, sehingga yang sering terjadi adalah saling menyalahkan satu sama lain. Anak kita akan merasa tindakan buruknya bukan karena kesalahannya, melainkan disebabkan oleh ketidak becusan salah satu dari orang tuanya. Jelas anak kita akan merasa terbela dan semakin berperilaku buruk. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Hentikan saling menyalahkan sekarang juga! Ambilah tanggung jawab kita selaku orang tua secara berimbang. Keberhasilan pendidikan ada di tangan kita berdua dan merupakan kerja sama tim. Belajarlah bagaimana cara mendidik yang benar dari sumber-sumber yang tepat dan jangan pernah ada alasan tidak ada waktu. Jadi aturlah waktu kita dengan berbagai cara dan kompaklah selalu dengan pasangan. Ingat selalu pertanyaan bijak yang sebaiknya kita ajukan sebelum menyalahkan pasangan kita, dan renungkanlah, “Apa peran yang sudah saya berikan dalam proses pendidikan anak-anak saya selama ini?” Kebiasaan 27 : Kakak harus selalu mengalah Ada seorang kakak beradik, yang diasuh oleh neneknya. Suatu hari adiknya menangis dan tanpa mengetahui duduk persoalan serta siapa yang salah dan benar, si nenek selalu memarahi si kakak. Si nenek selalu membela si adik dan melimpahkan kesalahan pada kakaknya. “Kamu ini gimana sih? Sudah besar kok tidak mau mengalah dengan adiknya.” Begitu ucapan yang selalu keluar dari mulut si nenek. Terkadang dibumbui dengan cubitan pada kakaknya. Apa akibatnya? Ada suatu budaya di negeri ini bahwa anak yang lebih tua harus selalu mengalah dengan saudaranya yang lebih muda, sehingga tanpa melihat siapa yang salah dan siapa yang benar, setiap kali adiknya menangis, selalu kakaknya yang disalahkan, yang mengakibatkan anak yang paling tua tidak memiliki rasa percaya diri dan membenci adiknya. Lama kelamaan si kakak mulai banyak melawan atas ketidak adilan ini dan kedua anak bersaudara ini makin sering bertengkar. Sementara si adik, yang selalu dibela, menjadi semakin egois dan makin berani menyakiti kakaknya, selalu merasa benar dan memberontak.   Apa yang sebaiknya kita lakukan? Anak harus diajari untuk memahami nilai benar dan salah atas perbuatannya terlepas dari apakah ia lebih muda atau lebih tua usianya. Maka berlakulah adil. Ketahuilah informasi secara lengkap dari anak kita secara berimbang pada saat mereka bertengkar. Tunjukkan hal-hal yang benar dan salah pada masing-masing. Damaikanlah mereka segera, serta jelaskan nilai-nilai benar yang berlaku dan perlu mereka taati bersama. Kebiasaan 28 : Menghukum secara fisik Dalam kondisi emosi, kita cenderung menjadi sensitif hingga pada akhirnya suara kita yang keras berubah menjadi tindakan fisik yang menyakiti anak. Apa akibatnya? Jika kita terbiasa dengan keadaan ini, maka kita telah mendidiknya menjadi anak yang kejam dan beringas, suka menyakiti orang lain dan membangkang. Pada saat ia bersosialisasi, percaya atau tidak anak akan meniru tindakan kita yang suka memukul. Anak yang sejak kecil terbiasa dipukul oleh orang tuanya akan menyimpan dendam dalam batinnya. Rasa dendam terkadang ia lampiaskan kembali pada orangtuanya sendiri, orang lain atau teman-teman sebayanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jangan pernah sekalipun menggunakan hukuman fisik kepada anak, mencubit, memukul atau manampar bahkan menggunakan alat seperti ikat pinggang atau rotan. Anak kita adalah anak manusia yang telah dirancang oleh Penciptanya untuk bisa diatur dengan kata-kata. Bila kata-kata kita sudah tidak lagi didengar oleh anak, koreksilah segera diri kita, pasti ada yang salah dengan kebiasaan kita hingga anak tidak menurut. Seandainya dulu kita pernah diperlakukan demikian oleh orang tua kita, maafkanlah orang tua kita dan jangan lanjutkan kebiasaan yang sangat buruk ini pada anak kita. Hukuman pukulan lebih cocok kepada binatang daripada manusia. Gunakanlah media dialog, pujian dan kelembutan. Kebiasaan 29 : Menunda atau membatalkan hukuman Pernahkah kita pada saat anak minta dibelikan permen atau mainan, dan anak merengek, kita lalu menjanjikan konsekuensi hukuman atau sangsi, tetapi kita menunda atau bahkan membatalkannya karena alasan lupa atau kasihan? Atau ketika anak berhenti merengek, kita menganggap masalah sudah selesai dan akhirnya kita menunda atau membatalkan hukuman. Apa akibatnya? Bila kita tidak melaksanakan kesepakatan, anak akan menilai kita sebagai orang tua yang selalu lupa atau hanya mengancam. Maka sering terjadi anak mempunyai pola pikir untuk selalu melanggar kesepakatan karena sangsi atau hukuman tidak pernah terjadi. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jika kita sudah punya kesepakatan dan anak melanggarnya, sangsi atau hukuman tetap berlaku. Segera laksanakan sangsi itu dan jangan menunda-nunda. Bila kita kasihan mungkin kita bisa kurangi sangsi atau hukumannya. Perlu diingat bahwa sangsi atau hukuman yang dimaksud bukanlah sangsi atau hukuman secara fisik, tetapi lebih pada pengurangan bobot kesukaannya seperti mengurangi jam menonton televisi, mengurangi jam bermain, dan lainnya. Kebiasaan 30 : Terpancing emosi Anak-anak dalam memaksakan kehendak, biasanya sering menguji emosi kita dengan perilakunya yang mengesalkan seperti menangis, merengek, berguling atau memukul. Sehingga akhirnya kita sering terpancing, menjadi marah dan lepas kontrol atau malah cenderung mengalah. Pernahkah kita mengalaminya?     Apa akibatnya? Bila kita terpancing, anak kitalah yang merasa menang, sehingga anak kita merasa bisa mengendalikan orang tuanya. Jika ini terjadi maka ia akan terus berusaha untuk mengulanginya pada kesempatan lain dengan pancingan emosi yang lebih besar lagi. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Yang terbaik adalah diam, tidak bicara dan tidak menanggapi. Jangan pedulikan ulahnya. Bial anak menangis katakan padanya bahwa tangisannya tidak mengubah keputusan kita. Bila anak tidak menangis tapi tetap berulah, kita katakan saja bahwa kita akan mempertimbangkan keputusan kita dengan catatan si anak tidak berulah lagi. Setelah itu lakukan aksi diam. Cukup tatap dengan mata pada anak yang berulah, hingga ia berhenti berulah. Dalam proses ini kita jangan malu pada orang yang memperhatikan kita, dan jangan ada pula orang lain yang berusaha menolong anak kita yang sedang berulah tadi. Sekali kita berhasil membuat anak kita mengalah, maka selanjutnya dia tidak akan mengulangi untuk yang kedua kalinya. Kebiasaan 30 : Menghukum anak saat kita marah Seringkali bila anak kita berbuat salah, kita menjadi marah dan selalu memberikan sanksi atau hukuman, apalagi ketika emosi kita sedang memuncak. Sanksi atau hukuman yang kita berikan kebanyakan berupa hukuman secara fisik. Apa akibatnya? Pada saat emosi kita sedang tinggi, apa pun yang keluar dari mulut kita, baik dalam bentuk kata-kata maupun hukuman akan cenderung untuk menyakiti dan tidak menjadikan anak kita lebih baik, sehingga akan berakibat fatal, yaitu kita telah melukai hati anak kita dan anak seringkali tidak bisa melupakannya. Selain itu anak juga bisa mendendam pada orang tuanya.   Apa yang sebaiknya kita lakukan? Bila dalam keadaan marah, segeralah menjauh dari anak, seperti masuk kamar atau mandi dengan air yang sejuk. Jika kita bertekad akan memberikan sangsi/hukuman, tundalah sampai emosi kita mereda. Stelah itu pilih dan susunlah bentuk sangsi/hukuman yang mendidik dan tepat dengan konteks kesalahan yang diperbuatnya. Pilihlah bentuk sangsi/hukuman yang mengurangi aktivitas yang disukainya, seperti mengurangi waktu main game, dsb. Harap diingat, prinsip hukuman adalah untuk mendidik bukan untuk menyakiti. Kebiasaan 32 : Mengejek Ada orang tua yang suka memeloroti celana anknya untuk jadi bahan tertawaan atau seorang anak yang sedang menyanyi dan kita mengejeknya, “Cie…cie…mirip Ariel nich ye”. Apa akibatnya? Orang tua yang biasa menggoda anaknya sering kali secara tidak sadar telah membuat anaknya kesal. Dan ketika anak memohon kepada kita untuk tidak menggodanya, kita malah semakin senang telah berhasil membuatnya kesal atau malu, sehingga hal ini akan membangun ketidak sukaan anak kepada kita akhirnya anak tidak menghargai kita lagi, karena ia menganggap kita juga seperti teman-temannya yang suka menggodanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jika kita ingin bercanda dengan anak, pilihlah materi bercanda yang tidak membuatnya malu atau merendahkan dirinya. Jagalah batas-batas dan hindari bercanda yang membuat anak kita kesal atau malu. Bila sedang bercanda, ekspresi anak kita kesal dan meminta kita segera menghentikannya, segera hentikan dan jika perlu meminta maaflah atas kejadian yang baru terjadi. Katakanlah kita tidak bermaksud merendahkannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Kebiasaan 32 : Menyindir Beberapa orang tua terkadang tidak dapat menyampaikan hal-hal yang diinginkannya dengan baik dan jelas ke pada anak, karene tidak tahu caranya. Karena sudah mencapai batas kesabarannya, terkadang orang tua mengungkapkan kemarahannya dengan kata-kata singkat yang pedas dengan maksud menyindir seperti, “Tumben hari gini sudah pulang” atau ”sering-sering aja pulang malem!”. Apa akibatnya? Kebiasaan ini akan membuat anak semakin menjadi-jadi dan menjaga jarak dengan kita. Kita telah menyakiti hatinya dan membuatnya tidak ingin berkomunikasi dengan kita. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Tak ada seorang pun yang berubah menjadi baik karena sindiran. Katakanlah secara langsung apa yang kita inginkan dengan kalimat yang tidak menyakiti hatinya. Katakan saja, “Sayang, Papa/mama khawatir akan keselamatan kamu kalo kamu pulang terlalu malam.”   Kebiasaan 33 : Memberikan julukan yang buruk Kita dengan begitu mudahnya sering memberikan julukan yang buruk, seperti si gendut, si lemot, si cengeng, biang kerok, dsb. Apa akibatnya? Kebiasaan memberikan julukan yang buruk pada anak akan mengakibatkan rasa rendah diri, tidak percaya diri/minder, kebencian dan perlawanan. Adakalanya anak ingin membuktikan kehebatan julukan tersebut pada orang tuanya. Misal, anak yang diberi julukan biang kerok, ia akan berpikir bahwa apa yang diperbuatnya tidaklah keliru, karena memang dia adalah biang kerok. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Gantilah segera julukan yang buruk dengan yang baik, seperti anak baik, anak hebat, anak bijaksana atau panggil dia dengan nama panggilan yang disukainya saja. Cobalah tanya pada anak kita, panggilan apa yang disukainya. Anak pasti akan lebih menyukai kita. Kebiasaan 35 : Mengumpan anak yang rewel Kita sering mengalihkan perhatian anak kepada hal/barang lain pada saat anak kita marah, merengek, menangis atau meminta sesuatu dengan memaksa. Contohnya, “Tuh lihat tuh ada kakak pake baju warna apa tuh…?” atau “Lihat ini lihat, gambar apa ya lucu banget?”. Apa akibatnya? Pada saat anak kita sedang fokus pada apa yang diinginkan, ia akan memancing emosi kita dan emosinya sendiri akan menjadi sensitif. Ia tidak ingin dialihkan ke hal lain jika masalah ini belum ada kata sepakat penyelesainnya. Semakin kita berusaha mengalihkannya, semakin marah anak kita. Apa yang sebaiknya dilakukan? Selesaikan apa yang diinginkan anak kita dengan membicarakanya dan membuat kesepakatan di tempat, jika kita belum membuat kesepakatan di rumah. Katakan secara langsung apa yang kita inginkan, seperti, “Papa/mama belum bisa membelikan mainan itu sekarang. Jika kamu mau harus menabung dulu. Nanti papa/mama ajari kamu cara menabung. Bila kamu terus merengek, kita tidak jadi jalan-jalan dan langsung pulang”. Jika anak tetap merengek, segeralah kita pulang meski urusan belanja belum selesai. Untuk urusan belanja, kita masih bisa menundanya, tapi jangan sekali-kali menunda dalam mendidik anak. Kebiasaan 36 : Televisi sebagai agen pendidik anak Menurut penelitian, sebagian besar perilaku buruk ditiru anak dari media visual dan sebagian lagi dari media cetak dan lingkungan. Jika kita membiarkan anak kita berlama-lama menonton TV, maka kita telah menyerahkan anak kita untuk dididik oleh ibu kedua. Apa akibatnya? Perilaku anak terbentuk karena 4 hal, yaitu : Terbentuk berdasarkan Siapa yang lebih dulu mengajarkan kepadanya : kita atau TV? Terbentuk oleh siapa yang lebih dia percaya, apakah pada kata-kata kita atau ketepatan waktu program-program TV? Terbentuk oleh siapa yang menyampaikan lebih menyenangkan, Apakah kita atau program-program TV? Terbentuk oleh siapa yang lebih sering menemaninya, kita atau program-program TV yang sangat setia menemani anak kita. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Bangun komunikasi dan kedekatan dengan mengevaluasi 4 hal tsb diatas. Ganti kegiatan menonton TV anak dengan kegiatan di rumah atau diluar rumah yang padat bagi anak-anak. Gantilah program TV di rumah dengan film-film pengetahuan yang lebih mendidik dan menantang mulai dari film kartun hingga CD dalam bentuk permainan edukatif. Kebiasaan 37 : Mengajari anak untuk membalas Bila anak kita dipukul oleh anak lain, sering kita menjadi tidak sabar dan memprovokasi anak untuk membalas dengan tindakan yang sama seperti anak lain itu. Alasan yang sering kita utarakan adalah supaya ada keadilan, masing-masing merasakan sakit. Apa akibatnya? Kita telah mendidik anak kita sendiri untuk mendendam dengan selalu membalas segala bentuk pukulan atau tindakan menyakiti lain yang diterimanya. Anak akan teringat terus hal-hal yang diajarkan oleh kita tentang konsep membalas itu. Jangan kaget bila anak kita sering membalas atau membalikkan apa yang kita sampaikan kepadanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Lebih baik kita mengajarkan anak untuk menghindari teman-temannya yang suka menyakiti. Lalu sampaikan pada orang tua yang bersangkutan bahwa anak kita sering mendapat perlakuan buruk dari anaknya dan ajak orang tua anak yang suka memukul untuk mengikuti program parenting baik di radio maupun media lainnya. (Sumber : Buku : “37 kebiasaan orang tua yang menghasilkan perilaku buruk pada anak”; Mengapa Anak saya suka melawan dan susah diatur?; oleh Ayah Edy)... »»MORE
  • DIMAS RAHADIAN'S SITE | SHARE YOUR IDEA TO MASS MEDIA
    ... »»MORE
  • Asep Yudha Wirajaya | The Story of Sutasoma ...
    ... »»MORE
  • The Iwany Acoustics Research Group (iARG) | SYSN Factor dan Reborn UNS: Sebuah Perspektif
    PERUBAHAN PENTING – SETIDAKNYA SAYA memandangnya demikian – terjadi dalam jejaring system manajemen Rumah Besar kita pada penghujung tahun ini. Professor Yunus dan Professor Nurkamto berturut-turut mendapat amanah untuk menciptakan breakthrough di Sekolah Pascasarjana dan LPP. Kenapa saya menyebutnya penting, karena dalam perspektif saya, Sekolah Pascasarjana dan LPP adalah dua simpul utama dalam Sistem Inovasi besar UNS. Jika berbincang indikator kinerja utama universitas, maka Sekolah Pascasarjana bersama LPPM merupakan jangkar dari Kapal Besar dalam akrivitas conduct of science untuk menggapai science and technology outcomes dari aktivitas tridharma produktif dan terpadu yang [harus] dibangun UNS. Usia dua belas tahun Sekolah Pascasarjana serta tuntutan kegemilangan dalam sumbangan terhadap publikasi internasional tentu merupakan salah satu tantangan tak mudah bagi Professor Yunus. Tentu saja menjadi tidak fair jika persoalan ini semata kemudian dikategorikan sebagai tantangan personal  Direktur baru. Masalah di Sekolah Pascasarjana harus dilihat sebagai persoalan universitas. Meski memang benar bahwa menggeser perspektif dari pola berkreasi secara berkesendirian ke manajemen kelompok dalam grup riset memerlukan proses penyelarasan yang memakan energy besar sekali gus kemampuan kemimpinan yang kuat (strong leadership) pemimpin baru. Di sisi lain, sejauh ini LPP telah bergerak dalam pusaran yang menguat terutama jika dikaitkan dengan domain pengembangan profesionalisme dan instrumen unjuk kinerja dosen. Tantangan terbesarnya adalah membangun ‘sebuah sistem’ yang dengannya setiap scholar merasa nyaman untuk memenuhi segenap konsekuensi dari harkat sebagai pendidik professional. Saya memandang bahwa salah satu tantangan terbesar Professor Nurkamto berada pada penciptaan dorongan yang berkenyamanan itu. Pertimbangan yang mendasari pandangan ini sederhana saja. Jika kita berbincang konsep tridharma produktif terpadu, maka setiap scholar tentu akan bersepakat pada azas bahwa proses pembelajaran [di kelas] yang baik merupakan modal hebat untuk conducting research, dan sebaliknya riwayat riset yang baik pasti akan memperkaya proses pengajaran sekali gus dapat menyediakan modal solusi yang bermanfaat untuk persoalan publik dan atau industry. Pada tataran inilah kemudian muncul tuntutan keselarasan dalam irama berkreasi antara LPPM, Sekolah Pascasarjana dan LPP dalam perspektif manajemen bersinergi yang dikawal Pembantu Rektor I.  Pencapaian indikator kinerja utama Universitas Sebelas Maret suka tidak suka jelas menuntut migrasi total dalam cara kita berkreasi. Riwayat berprestasi kita sangat jelas menggambarkan pola sistem Pareto. Indeks terukur selama ini sejatinya merupakan sumbangan tidak lebih dari dua puluh persen scholar yang telah memiliki pusaran berkreasi yang dapat dikata mulai established. Selebihnya dari delapan puluh persennya, sebanyak sekitar dua puluhan persen dapat dikata ‘tertidur’ dalam waktu yang lama dan enam puluh persen sisanya bergerak dalam riak yang relatif kecil namun sangat berpotensi untuk ditumbuhkan. Saya memandang bahwa kejayaan akan terbangun jika kita semua berselaras membalikkan fakta itu, berubah dari Pareto kepada Long Tail Innovation Perspectives. Nilai-nilai dasar dalam semboyan Mangesti Luhur Ambangun Nagoro yang kemudian kini disandingkan dengan akronim UNS Active – jika memang Active ini merupakan ‘warna darah’ yang kita pilih dan pahami bersama – harus menjadi pendorong untuk munculnya sebuah ‘Parameter Emosional’ yang menjadi spirit berkaya sekali gus ikon branding kita sebagai sebuah institusi berkecerdasan. Dari sinilah saya kemudian mendefinisikan SYSN Factor dalam Sistem Inovasi UNS. Faktor ini memuat empat simpul penting dalam jejaring manajemen Rumah Besar kita. Keempatnya meliputi Pembantu Rektor I, Sekolah Pascasarjana, LPPM dan LPP. Dalam perspektif saya, semoga SYSN Factor ini menjadi sebenar-benarnya berkah Tuhan, kebenaran yang bukan kebetulan. Saya mengenal [bahkan secara pribadi] keempatnya sebagai sosok dengan integritas akademik dan kepribadian yang terpercaya. Oleh karena itu maka – bagi saya – kearifan dan visi kepemimpinan Rektor sebagai pemimpin utama menjadi ‘condition’ bagi munculnya pusaran baru dalam cara kita berkreasi. Ruang berpusar yang bebas bagi SYSN Factor akan menyajikan padang tanpa sempadan bagi munculnya pusaran-pusaran baru aktivitas berkreasi kita. Saya percaya bahwa dengan keselarasan yang terjaga kita bisa mengubah riak enampuluh persen scholar kita sebagaimana yang telah disinggung di depan menjadi sebaran kekuatan baru. Pun dua puluh persen yang dulunya tertidur bertransformasi menjadi benih yang berkekuatan untuk tumbuh. Inilah esensi dari Long Tail Innovation Perspective, dimana setiap scholar bertransformasi sebagai penyumbang aktif secara selaras sesuai dengan tingkat energy mereka masing-masing. Peran kelanjutan dari system inovasi kemudian adalah menjaga dinamika agar setiap entitas dapat tereksitasi ke tingkat energy berprestasi yang lebih tinggi sesuai pusaran masa. Itulah yang saya sebut – sebagaimana yang telah saya ungkapkan lebih setahun silam – sebagai Reborn UNS. Sebuah proses kelahiran kembali untuk merajut kejayaan melalui migrasi perspektif dengan menyertakan pertimbangan aspek-aspek Emotional Branding dan kesadaran akan fakta demografis cakupan aktivitas dan layanan kita. Reborn UNS itu mengandung pengertian Warna Indonesia dalam Balutan Kualitas Berkelas Dunia. Yang demikian itu adalah Cinta yang terukir dalam warna darah; mengalirkan isyarat dalam setiap simpul syaraf. What do you think?  ... »»MORE
  • KONTAK UNS - Berita Mingguan Sistem Informasi UNS | HMP KIMIA KOVALENFKIP UNS ADAKAN BAKTI SOSIAL DAN PENGOBATAN GRATIS
    HIMPUNAN MAHASISWA PROGRAM STUDI (HMP) Kimia KOVALEN FKIP UNS merupakan organisasi kemahasiswaan lingkup program studi yang mewadahi mahasiswa program studi pendidikan kimia FKIP UNS. Berlatar belakang kepedulian, HMP Kimia KOVALEN FKIP UNS terhadap kehidupan warga yang kurang mampu, maka dari itulah HMP Kimia KOVALEN FKIP UNS bermaksud akan mengadakan kegiatan Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis. Dalam kegiatan yang mengambil tema “Dari Hati Untuk Berbagi” ini terdapat beberapa rangkaian acara yaitu pembagian sembako gratis, bazaar murah dan pengobatan gratis. Tujuan diadakannya Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis adalah: meningkatkan rasa kepedulian terhadap sesama membantu meringankan beban masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari meningkatkan solidaritas antara mahasiswa dan warga di sekitar. Kegiatan Bakti Sosial dan Pengobatan Gratis akan dilaksanakan pada: Hari/tanggal : Sabtu, 7 Januari 2012 Waktu               : pukul 06.00 – 13.00 WIB Tempat            : Dukuh Wonolelo, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe,   Kabupaten Sragen Sasaran         : warga/masyarakat Dukuh Mlandingan, Sendang Klampok dan Wonolelo, Desa Ngebung, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. Secuil kepedulian yang kita sumbangkan untuk sesama semoga dapat meringankan beban hidup mereka. Ikuti kata hati Anda untuk berpartisipasi mengembangkan senyum mereka dengan mengirimkan donasi ke rekening BCA (8175007187) atas nama Jatmiko Budhi Prakosa atau hubungi kontak person Karina (085642195493); Arif S (087835443419). (HMP Kimia KOVALEN FKIP UNS).... »»MORE
  • teguh.staff.uns.ac.id | Terjadi Ledakan Matahari Terkuat Sejak 2005
    HTTP://SAINS.KOMPAS.COM/READ/2012/01/24/18593865/TERJADI.LEDAKAN.MATAHARI.TERKUAT.SEJAK.2005 POSTED ON THURSDAY, JAN 26, 2012 7:46 JST JAKARTA KOMPAS.com — Ledakan Matahari terjadi pada bintik Matahari 1402, Senin (24/1/2012) pukul 10.59 WIB. Ledakan ini merupakan yang terkuat sejak tahun 2005, masuk dalam kelas M-9 alias sudah mendekati kelas tertinggi (X-Extreme). Akibat ledakan, terlepas partikel berenergi tinggi dan lontaran massa korona (CME) yang diperkirakan sampai ke Bumi pada Selasa pukul 21.18 WIB -/+ 7 jam. CME bergerak dengan kecepatan hingga 2.200 km per detik. Astrofisikawan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Thomas Djamaluddin, mengatakan bahwa CME bisa menimbulkan badai Matahari yang mengganggu sistem telekomunikasi, navigasi, fungsi satelit, dan sistem perbankan. "Navigasi berbasis satelit seperti GPS juga kemungkinan terganggu akurasinya, jadi jangan terlalu percaya pada posisi yang ditunjukkan GPS (frekuensi tunggal) kalau diduga ionosfer terganggu oleh badai Matahari," kata Thomas. Dampak lainnya adalah gangguan komunikasi radio HF atau gelombang pendek yang biasa digunakan untuk komunikasi jarak jauh, seperti siaran radio luar negeri, misalnya BBC, VOA, dan ABC. Gangguan juga mungkin terjadi pada telekomunikasi seluler, siaran televisi, dan lainnya. Namun, untuk hal ini, biasanya para operator satelit telah mengantisipasinya. Dilaporkan AP, Senin, meski ledakan yang terjadi cukup besar, badai Matahari yang ditimbulkan mungkin hanya dalam kelas moderat dengan kecenderungan besar. Wilayah yang terkena dampak terburuk mungkin adalah bagian utara Bumi. Dampak badai Matahari terburuk pernah terjadi pada abad ke-19. Ketika itu, jaringan telegraf terganggu. Selain itu, badai Matahari juga pernah menyebabkan listrik padam selama sembilan jam di wilayah Quebec, Kanada. Simak video ma beritanya disini nih.. http://news.yahoo.com/video/science-15749654/raw-video-timelapse-of-solar-storm-light-show-27974432.html http://news.yahoo.com/video/science-15749654/how-is-solar-radiation-blast-impacting-earth-27989007.html... »»MORE
  • Widodo H. Wijoyo | UK4 MHS DIII PERPUSTAKAAN
    TUGAS PENGGANTI UJIAN AKHIR SEMESTER_PEB_JUL_2011 ... »»MORE
  • Abuzadan's Blog | Kesalahan Lampiran Cuti Bersama UNS
    LAMPIRAN SURAT REKTOR 11425/UN27/KP/2011 TERDAPAT kekeliruan. Mohon untuk bisa dikoreksi (atau memang sudah ada koreksi tp saya yg tidak tahu ???). Untuk perhatian semua pihak. Terima kasih.... »»MORE
  • Bag. Pendidikan FP-UNS | Jadwal Kuliah Final
    BERIKUT JADWAL KULIAH SEMESTER PEBRUARI - Juli 2012, versi Revisi 20 Januari 2012. Versi ini kami anggap sebagai versi Final. Semoga bisa menjadi panduan bagi mahasiswa dan dosen dalam merencanakan perkuliahan semester Genap 2012. Link : Jadwal Kuliah Semester Pebruari - Juli 2012 (Download)   "Bag. Pendidikan"... »»MORE
  • mari bekerja dan berbagi .. | Kampung-Kota
    ... »»MORE
  • Ravik Karsidi Blog | PARTISIPATORY RURAL APPRAISAL (PRA) (5)
    MICROSOFT POWERPOINT - PARTISIPATORY RURAL Appraisal (PRA)-5 [Compatibility Mode]... »»MORE
  • SHOLIHIN'S | TEKNIK PENULISAN TUGAS AKHIR D3 ILMU PERPUSTAKAAN
    PENDAHULUAN   SETIAP MAHASISWA YANG AKAN MENYELESAIKAN studi pada Program Studi DIII Perpustakaan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sebelas Maret, Surakarta, wajib menyusun suatu karya yang disebut dengan Tugas Akhir. Penyusunan Tugas Akhir ini dilakukan setelah yang bersangkutan memenuhi persyaratan tertentu. Tugas Akhir merupakan karya ilmiah yang ditulis untuk meme­nuhi sebagian syarat guna memperoleh Gelar Vokasi Ahli Madya Kedudukan penyusunan Tugas Akhir sebagai salah satu sistem evaluasi akhir di perguruan tinggi telah ditetapkan dan diatur dalam PP No. 30/1990 pasal 15 ayat (2), yaitu "Ujian dapat diselenggarakan melalui ujian semester, ujian akhir program studi, ujian skripsi, ujian tesis, dan ujian desertasi". Dengan menyusun Tugas Akhir diharapkan mahasiswa mampu merangkum dan mengaplikasikan semua pengalaman belajarnya untuk memecahkan masalah dalam bidang studi perpustakaan secara sistematis dan logis. Hal itu dapat dilakukan berdasarkan data dan atau informasi yang sahih serta dilakukan analisis yang tepat dan mendalam untuk disajikan ke dalam bentuk tulisan ilmiah (dapat disebut sebagai laporan ilmiah). Laporan ilmiah disusun berdasarkan teori tertentu dengan menggunakan metode ilmiah yang sudah disepakati oleh para ilmuwan. Suatu laporan penelitian harus menyajikan kebebenaran ilmiah yang diperoleh dari hasil analisis secara cermat. Materi yang ditelaah harus berorientasi pada proses peningkatan nilai tambah dan inovatif yang mampu memberikan sumbangan bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Ilmu perpustakaan, dokumentasi dan informasi . Tujuan umum penulisan Tugas Akhir  adalah untuk melatih agar mahasiswa mampu menulis karya ilmiah sesuai dengan profesinya dengan memenuhi aturan penulisan yang lazim. Secara lebih rinci bisa dilihat TEKNIK PENULISAN TUGAS AKHIR D III PERPUSTAKAAN UNS  ... »»MORE
  • lazis.staff.uns.ac.id | Sederhana Saja !
    OLEH: CATUR WIBOWO (MANAJER UMUM LAZIS UNS) Bagi kaum muslim di Indonesia, sesuai dengan kalender 2011, terlihat bahwa 1 Muharram 1433 H jatuh pada hari Ahad, 27 November 2011. Bagi sebagian orang, momentum tahun baru Islam (Hijriyah) tidak semenarik  dan semeriah tahun baru masehi yang jatuh setiap 1 Januari.  Tapi itu bukan suatu masalah, karena tahun baru Islam bukan termasuk hari besar yang harus dirayakan seperti halnya  hari Raya Idul Fitri dan Idul adha. Tahun baru Islam yang diperkirakan jatuh pada 27 November 2011 tersebut hendaknya menjadi momentum istimewa bagi umat Islam, baik secara pribadi maupun masyarakat. Jika melihat sejarah, penentuan  penanggalan hijriyah tidak lepas dari semangat-semangat perubahan. Awalnya, Khalifah Umar bin Khattab yang menetapkan penanggalan Islam dimulai hari Hijratur Rasul. Hal ini dimaksudkan untuk menandai perubahan besar dalam perkembangan Islam, yaitu hijrah Nabi SAW dari Makkah ke Madinah. Sayyidina Umar bin Khattab telah membandingkan dengan kalender Persia dan Romawi, ternyata menurutnya kalender Hijriah lebih baik. Mengikuti sunah Rasul, tidak ada perintah Nabi SAW memperingati atau merayakan tahun baru Hijriah. pada masa Nabi Muhammad SAW, umat Islam  masih menggunakan sistem penanggalan pra-Arab, yaitu campuran penanggalan sistem bulan (qamariah) dan sistem matahari (syamsiah). Rasulullah SAW bahkan melarang meniru budaya bangsa dan umat sebelum Islam, seperti umat Yahudi, bangsa Persia, Romawi, dan umat Nasrani yang merayakan tahun baru mereka. Yang menarik adalah, system penanggalan Hijriyah dimulai dari momentum hijrah, bukan dimulai dari waktu kelahiran atau  kematian Rasulullah SAW. Tentunya ini menjadi semangat tersendiri, bahwa hijrah adalah peristiwa besar yang melibatkan banyak orang untuk meninggalkan kebatilan dan menuju kebenaran. Di sini penulis berpendapat bahwa Islam, dan telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW serta kholifah-kholifah sesudahnya, menghargai prinsip kebersamaan. Islam bukan agama individu, dan sama sekali tidak pernah terlalu mengagungkan tokoh-tokoh, bahkan nabinya sendiri. Hal selanjutnya yang perlu dicatat adalah perayaan tahun baru Islam / Hijriyah tidak perlu dirayakan secara mewah. Secara urutan waktu, kita bertemu bulan Muharram setalah sebelumnya melalui Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri, lalu bulan Syawal sebagai bulan peningkatan serta bulan Zulhijjah sebagai bulan berkorban. Tentunya saat bertemu dengan 1 Muharram diri kita sudah menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya. Menjadi pribadi yang lebih bersahaja dan bijaksana. Meskipun teladan dan icon kesederhanaan itu sulit sekali kita temui, kita harus tetap berusaha. Ada cerita dari seseorang yang baru saja pulang dari tanah suci, bukannya ia bergembira, tapi ia malah sedih.  Yang membuatnya sedih adalah masalah jam. Di hadapan Masjidil Haram, kini tegak berdiri sebuah jam besar. Lebih dari Big Ben, London. Apalagi bila dibanding jam gadang di depan pasar Bukittinggi. Jam ini benar-benar besar. Benar-benar 'gadang'. Berada hampir di puncak bangunan yang kini termasuk salah satu yang tertinggi di dunia. Dalam rancangan, Makkah diharapkan jadi pusat waktu dunia. Ada keinginan agar Makkah dapat menggantikan peran Greenwich. Untuk itu perlu simbol. Yang paling tepat, simbolnya adalah jam. Tepatnya jam terbesar di dunia. Maka, diwujudkanlah 'jam gadang' itu. Jam terbesar di dunia sudah ada di jantung Makkah. Semestinya ia gembira. Banyak orang bangga melihat 'jam gadang'. Tapi, dia tidak. Bukan karena jam gadang di dekat kampung halamannya, Bukittinggi, tersaingi. Tapi, karena Makkah sudah begitu berbeda. Berbeda dengan beberapa tahun lampau saat ia mengunjunginya. Berbeda dengan keadaan semestinya yang ia bayangkan. Jam Makkah itu, dalam pandangannya, 'norak'. Produk orang kaya yang sama sekali tidak terpelajar. Selama ribuan tahun, ikon Makkah adalah Ka'bah. Simbol kesederhanaan yang luar biasa. Sukses atau bahagia sejati akan tercapai bila manusia mampu menyederhanakan diri. Berhenti mengagungkan segala macam Tuhan dengan bertaut hanya pada Allah Yang Maha Esa. Lepaskan segala atribut. Jadilah diri sendiri yang sejati. Maka, umrah dan haji mengharuskan semua untuk cuma mengenakan kain ihram. Seorang yang wafat juga cuma perlu dililit kain kafan. Tidak lebih. Sederhana adalah karakter Islam. Nabi Muhammad bisa bermewah-mewah lewat kekuasaannya. Namun, beliau memilih hidup sederhana sampai akhir hayat. Para sahabatnya, Abubakar dan Usman, sangat kaya. Tapi, hidupnya sederhana saja. (ctr-dari berbagai sumber)... »»MORE
  • STARYO F.E. | NILAI AKHIR SEMESTER JULI-JANUARI 2012
    ... »»MORE
  • My Best Way to Exist | Daftar Mahasiswa Remidi
    ... »»MORE
  • Yusuf on the Internet | TI Scores of English
    DEAR STUDENTS, HERE ARE THE SCORES of English of Informatics Engineering Diploma Program which I promised. Sorry for the delay due to my bulks of recent activities. Click the links below: 1. Class A 2. Class B 3. Class C Thank you for your cooperation during my course last semester. Best wishes, Yusuf Kurniawan... »»MORE
  • daryono.staff.uns.ac.id | KOMUNITAS SLiMS INDONESIA
      1. PENDAHULUAN KOMUNITAS SLIMS ( SENAYAN Library Management System ) adalah merupakan komunitas yang mempunyai minat bersama pada perangkat lunak SLiMS. SLiMS merupakan perangkat lunak untuk pengelolaan perpustakaan yang dirilis dengan lisensi open source (http://senayan.diknas.go.id). SLiMS telah digunakan oleh lebih dari 120 perpustakaan di Indonesia, baik perpustakaan sekolah, perpustakaan umum, perpustakaan khusus maupun perpustakaan Perguruan Tinggi. SLiMS sendiri dikembangkan oleh pustakawan di Indonesia dan didukung oleh para programer dari luar negeri. Ide mendirikan komunitas SLiMS adalah didorong oleh keinginan untuk belajar bersama tentang SLiMS, terinspirasi model komunits Linux dengan visi  ingin memerdekaan pustakawan dan meningkatkan kompetensi pustakawan terutama dalam bidang teknologi informasi. Sebagaimana kita ketahui bahwa masih ada banyak pengelola perpustakaan yang belum mengenal perangkat untuk manajemen perpustakaan. Komunitas SLiMS ingin mengangkat harkat dan martabat pustakawan dengan SLiMS yang menyediakan solusi berbasis komunitas. Target komunitas SLiMS kedepan adalah membuat perpustakaan yang ingin menggunakan perangkat lunak untuk otomasi dapat terfasilitasi dengan SliMS dan ingin membangun sistem katalog induk SLiMS. 2.  Tujuan Komunitas SLiMS Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai dengan dibentuknya komunitas SliMS, antara lain : a.    Mengangkat harkat dan martabat pustakawan, sehingga memiliki peran penting dalam  mengembangkan sistem otomasi perpustakaan dengan SliMS. b.    Menjalin komunikasi antar pengguna Software SliMS, sehingga dapat membantu mengatasi permasalahan yang ada dalam mengembangkan sistem otomasi perpustakaan dengan SliMS c.    Memfasilitasi terhadap perpustakaan yang akan mengembangkan otomasi perpustakaan dengan menggunakan software SliMS. 3.  Jenis Kegiatan Komunitas SliMS telah melakukan berbagai kegiatan terkait dengan pengembangan perpustakaan yang menggunakan sistem otomasi dengan software Senayan (SLiMS), yang antara lain : a. Diskusi antar pengguna (pustakawan) yang menggunakan SliMS b. Seminar atau workshop terkait dengan pengembangan Software SLiMS c. Pelatihan cara Instal dan operasional SliMS d. Konsultasi terkait dengan masalah-masalah yang ada dalam Sofware SliMS e. Kerjasama dalam bidang pengembangan Teknologi Informasi dengan pihak Pemerintah Kota/Kabupaten atau dengan pihak-pihak   lain (swasta) f. Temu Komunitas pengguna Software SliMS 4. Komunitas SliMS Indonesia Komunitas SliMS Indonesia telah berkembang di berbagai wilayah yang ada di Indonesia, dari tingkat propinsi sampai ke wilayah kota dan kabupaten, yang antara lain : Komunitas SliMS Jakarta Komunitas SliMS Jawa Barat Komunitas SliMS Jawa Tengah Komunitas SliMS Yogyakarta Komunitas SliMS Jawa Timur Komunitas SliMS Malang Raya Komunitas SliMS Surabaya Komunitas SliMS Madiun Raya Komunitas SliMS Solo Komunitas SliMS Aceh Komunitas SliMS Sukabumi Komunitas SliMS Bandung Komunitas SliMS Padang Komunitas SliMS Medan dll    ... »»MORE
  • Win ~ | Proposal untuk Fakultas Kedokteran
    BARANG KALI INFORMASI INI MENARIK untuk teman-teman di FK UNS Patcharee Basu wrote: Dear Partners, As reported in the Yangon meeting, we would like to propose to setup a Medical Education Initiative which will focus on medical sciences education in Asia. Currently we would like to identify faculty member who are interested in this activity at each partner site and form a committee that will discuss further details to identify key areas and future activities. Therefore, kindly forward the attached proposal to the corresponding faculty at your university or at your REN. Please give us reply, feedback and/or contact us at secretariat@soi.asia and yoo@sfc.wide.ad.jp. We hope this activity could be a space to share expertise of the latest medical sciences technology for wider practice and for stronger education by utilizing Information Technology and network in Asia. We had conducted two lectures in the past, it can be reviewed at http://www.soi.wide.ad.jp/soi-asia/med_sciences/. If you have any questions, please do not hesitate to ask us. Thank you very much. Best regards, Yoo... »»MORE
  • Dwi Priyo Ariyanto | Nilai MK ATAPT Kelas Ulangan Ganjil 2011/2012
    BERIKUT NILAI AKHIR MK ANALISIS Tanah, Air, Pupuk dan Tanaman semester Ganjil 2011/2012 UNIVERSITAS SEBELAS MARET Kls : Ulangan Fakultas : PERTANIAN Mt. Kul. : Analisis Tnh, Air, Ppk & Tan. Prodi. : ILMU TANAH Th. Aj. : 2011/2012 - GANJIL   No. NIM Nama KD 1 KD 2 KD 3 KD 4 Angka Huruf 1 H02060 62 Maratul Aini 80 80 60 60 3,0 B... »»MORE
  • yogipasca | Ujian Akhir Semester Pengantar Makro (Kelas Akun.)
    I. DESKRIPSI UJIAN AKHIR SEMESTER BENTUK ujian ini adalah penulisan makalah untuk mengetahui penguasaan mahasiswa terhadap materi yang telah disampaikan. . Makalah hardcopy tanpa jilid mika dan softcopy dikoordinir dalam 1 CD. II. Aturan Main Ujian Akhir Semester 1.Tema : a. Kebijakan Fiskal di Indonesia b. Dampak Independensi Bank Sentral c. Regulasi Investasi dan Perpajakan 2.Maksimal 10 halaman; belum terhitung ‘daftar pustaka’. 3.Makalah didasarkan atas penelitian pendahuluan, studi kasus, dan studi literatur kekinian Sumber kajian berasal dari teori-teori ekonomi pembangunan yang terkait, jurnal, maupun studi kasus yang dapat memperkaya khazanah kajian. 4.Dicetak di kertas A4, font Arial 11, spasi 1,5. 5.Organisasikan makalah secara baik dan urut. 6.Penilaian berdasar : kesesuaian tema; organisasi penulisan; bobot kajian; teori dan studi kasus; sumber literatur dan elaborasi teori, data, dan review; kritik dan simpulan. 7.Plagiasi akan berdampak nilai E. 8.Keterlambatan dalam pengumpulan tidak akan ditoleransi.... »»MORE
  • getut | Let's We Share
    BIAR JUDULNYA AJA YA DALAN bahasa Inggris, cos selama ini postingan dalam bahasa Inggris selalu tidak ada respon :) Kemarin saya membagikan angket tentang kemadirian belajar pada salah satu matakuliah yang saya ampu. Mungkin sedikit terlambat jika akhirnya media sharing ini baru terkuak diakhir-akhir semester, meskipun sebenarnya saya sangat ingin "sharing" terjadi selama proses pembelajaran toh budaya yang notabene masih malu, segan, ngga PD dsb masih hinggap pada sebagian mahasiswa saya. Ok-lah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Dari angket yang saya bagikan kemarin ada beberapa point yang saya catat dan saya rasa butuh diklarifikasikan. 1. 88% mahasiswa SEBENARNYA  sangat menyetujui Private Remedial Teaching, NAMUN anehnya sampai dengan akhir KD 4, belum pernah ada mahasiswa yang memanfaatkannya ?? Can U explain why it should happen? 2. Masih ada mahasiwa yang belum "MUDENG" penilaian remed tiap UK, padahal di awal, dan sering saya ingatkan sistem penilaian dari A sampai Z. Jikalau-pun ada yang belum jelas, tiap pengumuman UK pasti saya beri kesempatan untuk klarifikasi. Namun sekali lagi, budaya segan masih banyak membelenggu kita? 3. Soal remed lebih sulit? Entahlah bisa jadi mahasiswa akan mengiyakan pertanyaan tersebut. Namun bagi saya itu relatif. dan ada hikmah besar dibalik image yang muncul tersebut ? Taukah Anda apakah itu? Bisa saya lihat bahwa mahasiswa berlomba-lomba mempersiapkan diri AGAR TIDAK SAMPAI IKUT REMED :) However, hasil angket kemarin, saya sangat apresiasi kepada para mahasiswa saya. Keep your spirit and trust with your self :) NB : Khusus untuk yang akan mengikuti remed KD 4 dilaksanakan Hari Selasa, 271211 jam 11.10... »»MORE
  • Pri and Ari | Penilaian Tugas Akhir
    PENILAIAN TUGAS AKHIR DI JURUSAN Teknik Industri UNS sebenarnya sudah cukup bagus, namun dalam proses penilaiannya bisa tidak sebagus apa yang terlihat. saat seminar atau sidang, komponen penilaian terdiri dari Presentasi (20%), Penulisan Laporan (20%), Diskusi Tanya Jawab (40%) dan Topik dan Materi (20%). Kemudian nilai itu merupakan rata-rata dari penilaian 4 dosen penguji. Adapun nilai akhir tugas akhir merupakan gabungan dari nilai seminar, nilai sidang, dan nilai bimbingan tugas akhir yang bobotnya saya lupa. Nilai bimbingan itu sendiri terdiri dari 2 komponen yaitu nilai proses pembimbingan dan nilai kuliah mandiri. Permasalahan yang menurut saya krusial adalah justifikasi dan bagaimana ukuran presentasi, penulisan laporan dan diskusi tanya jawab dapat dinilia bagus ? Secara khusus komponen keempat topik dan materi layaklah dinilai bagus semua karena sudah melalui proses penyaringan dan diskusi panjang untuk bisa disetujui sebagai sebuah tugas akhir. Kembali pada ketiga komponen tersebut, menurut saya tidak ada standar baku pada ketiganya, misal standar sebuah penulisan laporan berkategori baik atau kurang baik. Lagi-lagi disini menuntut kejelian dan objektivitas 4 dosen penguji atau penilai. Meski demikian, sangat mungkin subjektivitas memberi andil sangat besar dalam penilaian itu. Epilog: Malam yang bergerak terus diiringi suara nasyid mengalun merdu, Teringat diri akan kondisi dimana terkadang “dosen” yang memberikan nilai tanpa memperhatikan komponen penilaian dan lebih kepada subjektifitas terhadap personal mahasiswa. Apapun itu, diri ini berpesan kepada adik-adik mahasiswa agar tunjukkanlah semangat “effort” dalam belajar dan berusaha memberikan yang terbaik bagi Tugas Akhir kalian, bukan merasa cukup dan merasa sudah tidak mampu. Yakinlah bahwa dalam tugas akhir selalu saja ada kelemahan dan kekurangan, itu wajar bagi sebuah penelitian. Jadi teringat pesan dosen dahulu bahwa tugas akhir itu boleh salah dan lemah, namun tidak boleh bohong atau manipulasi.  Yakinlah pula bahwa semangat berusaha lebih tinggi nilainya bukan saja bagi kesuksesan tugas akhir, namun lebih jauh bagi kesuksesan di dunia kerja. Oleh karena itu wajar apabila dosen memberikan nilai berdasarkan pengamatan terhadap effort yang kalian lakukan, baik effort dalam menulis maupun menjawab diskusi… Yuup   kembali menikmati alunan nasyid yang bagus-bagus dari radio… “Cucuran air mata yang ingat dosa2, ingin rasanya mengulang masa disaat waktu yang sia-sia”... »»MORE
  • F-Story | Abstrak Seminar HIPI
    MAKALAH INI DI PRESENTASIKAN PADA Seminar HIPI (Himpunan Informatika Pertanian Indonesia) di Universitas Padjajaran Bandung PEMANFAATAN TEKNOLOGI SOCIAL MEDIA SEBAGAI E-AGRIBUSINESS DALAM MEMBANGUN NETWORKING DAN MARKETING COMMUNITY-BASED DI TINGKAT KELEMBAGAAN PETANI Fanny Widadie Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian – Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta Jl. Ir. Sutami 36A Surakarta 57126 e-mail: fanny@uns.ac.id Pemanfaatan ICT (Information and Communication Technology) di Indonesia untuk kegiatan perdagangan maupun community-based action di tingkat kelembagaan petani sangatlah tertinggal bila dibandingkan di negara lain. Hal ini terlihat dari rendahnya nilai tukar petani dan minimnya aksesibilitas informasi, sehingga mengakibatkan bargaining position kelembagaan petani sangatlah rendah. Oleh karena itu disini diperlukan terobosan dengan memanfaatkan ICT dalam membangun network maupun market berbasis community melalui teknologi social media. Social media (facebook, twitter, linkedln, blogs dan lain-lain) yang saat ini tengah fenomenal dan membentuk “cracking zone” baru dalam lifestyle sangat efektif untuk dimanfaatkan sebagai media pembentukan e-agribusiness dalam membangun network maupun memperluas pasar (market). Dengan kemampuan teknologinya yang mampu menjangkau tanpa batas dan didesain berbasis web community network, social media mampu melahirkan kekuatan komunitas (networking) di dalam jejaring sosial kelembagaan. Tidak hanya itu kemampuan teknologi social media yang juga memiliki core power social dalam pemasaran era digital dan penguasaan akses informasi oleh petani akan semakin meningkatkan posisi dan peran kelembagaan petani dalam mengembangkan pasar dan menjalin kerjasama. Pemberdayaan kelembagaan petani melalui penguasaan ICT berbasiskan teknologi social media saat ini sangatlah penting. Pemanfaatan teknologi social media dalam kegiatan e-agribusiness oleh kelembagaan petani akan semakin meningkatkan network maupun market dari kegiatan on-farm yang dilakukannya. Dengan berperan sebagai IT tools, social media mampu dimanfaatkan sebagai jejaring dalam membangun network antar intern anggota kelembagaan maupun ekstern antar kelembagaan dalam kaitannya dengan mengembangkan pasar. Semua kegiatan networking maupun marketing tersebut dilakukan dalam bentuk community-based sebagai kegiatan interaksi dalam mengembangkan dan memberdayakanfungsi kelembagaan petani. Keywords: E-Agribusiness, Social Media, Network, Market ... »»MORE
  • Laboratorium Qolbu | Rahasia Sedekah
    ADA YANG MENARIK DARI KAJIAN Ust. Yusuf Mansyur tentang sedekah. Dalam kajiannya kurang lebih beliau menyampaikan trik atau kiat agar rezeki kita cukup, yang kira-kira begini : Anggap aja gaji kita tiap bulan 1 jt. Kalau kita bagi dalam minggu berarti gaji kita tiap minggu 250 rb (1 bl = 4 mgg). Dengan uang 250 rb per minggu secara matematis jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan sebuah rumah tangga dengan 2 anak.   Kiat agar cukup : Anggaran 250 rb untuk minggu ke 4 kita keluarkan semua di minggu pertama sebagai sedekah. Sehingga anggaran minggu ke 4 kita biarkan kosong. Nah, dalam hal sedekah Allah berjanji akan melipatgandakan sedekah hambaNya minimal 10 kali lipat, sehingga uang 250 rb yang biasanya kita anggarkan untuk kebutuhan 1 minggu Insya' Allah akan dilipatgandakan jadi 10 minggu. Nah kalau ini yang terjadi maka urusan rezeki minggu ke 4 dan minggu berikutnya sudah tercover. Mari kita coba !!!!! Catatan : Rezeki tidak harus berbentuk uang, rezeki tidak harus dalam arti kita menerima. Tidak mengeluarkan uang untuk kebutuhan yang tidak seharusnya dikeluarkan, itupun juga rezeki. Mari berlatih untuk sedekah agar semakin hari kita semakin terampil, karena kalau tidak segera kita mulai sekarang maka sampai kapanpun kita akan berat untuk bersedekah. Tapi kalau mulai sekarang kita latih diri kita bersedekah walau dengan nominal kecil, pasti semakin hari akan semakin ringan untuk bersedekah dengan nominal yang lebih besar, demikian seterusnya hingga tanpa sadar suatu saat kita sendiri akan terheran-heran dan bertanya : Koq bisa ya kita bersedekah sampai segitu, Koq ringan aja ya kita sedekah dengan jumlah yang menurut ukuran kita sangat besar. Kalau tahap itu sudah kita capai artinya latihan kita berhasil dan Insya Allah kita termasuk orang yang terampil dalam bersedekah. Wallohu'alam  ... »»MORE
  • Muhammad Cahyadi | Ilmu dan Teknologi Pengolahan Susu dan Telur
    MATA KULIAH INI MEMBAHAS MENGENAI definisi susu dan telur, struktur dan komposisi susu dan telur, kualitas susu dan telur, nutrisi susu dan telur, pengawetan dan pengolahan susu & telur. Mata kuliah ini terdiri dari 3 SKS dengan rincian 2 SKS teori dan 1 SKS praktikum. Dosen pengampu pada semester ganjil 2010 adalah Muhammad Cahyadi, S.Pt., M.Biotech. dan Ir. Pudjomartatmo, M.P. Muhammad Cahyadi, S.Pt., M.Biotech akan menyampaikan materi susu dan olahannya, sedangkan Ir. Pudjomartatmo, M.P akan menyampaikan materi telur dan olahannya. Dalam pelaksanaan perkuliahan terdapat kontrak kuliah yang disepakati antara dosen dan mahasiswa, kontrak perkuliahan dapat didownload di sini kontrak-kuliah-susutelur. Materi perkuliahan dibagi menjadi empat kompetensi dasar (KD). Masing-masing KD terdiri dari beberapa pokok bahasan sesuai dengan kontrak perkuliahan. setiap pokok bahasan dapat didownload di sini pengantar-susu Susu sebagai produk peternakan yang sangat mudah rusak harus segera diproses lanjut agar daya tahannya menjadi lebih lama. Berbagai teknologi telah diterapkan untuk mengolah susu menjadi produk yang bernilai tinggi. Materi Kulia Dairy Starter & Fermentation dapat didownload di sini Produk Susu Fermentasi dapat didownload di sini Keju, cream, butter dan ice cream dapat didownload diKeju-Cream-Butter-Ice Cream... »»MORE
  • Agung's Notes | Undangan Persiapan Rekon smt 2 tahun 2011
    YTH. OPERATOR SIMAK-BMN DAN PERSEDIAAN DALAM rangka ketertiban dan kelancaran pembuatan laporan BMN Universitas Sebelas Maret semester II tahun 2011, untuk itu kami mengharap kehadiran saudara besok pada : Hari/tanggal     : Kamis, 22 Desember 2011 Jam              : 13.00 WIB Tempat           : Ruang Sidang Bagian Perlengkapan Acara            : Rekonsiliasi dan Persiapan Penyusunan Laporan BMN Semester II tahun 2011 Diharapkan operator SIMAK-BMN dan Persediaan memperhatikan kegiatan yang harus dilakukan guna persiapan kegiatan ini (langkah-langkah terlampir). Sebagai bahan rekonsiliasi, maka mohon membawa data pendukung  sebagai berikut : Laptop. Softcopy file kirim aplikasi persediaan (dalam wujud CD). Berita acara pendukung transaksi yang telah dilakukan pada aplikasi SIMAK-BMN / persediaan. Demikian atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih Lampiran undangan persiapan rekon smt 2 tahun 2011 ... »»MORE
  • Rudi Susanto | materi seminar nasional, internasionalisasi sekolah | FMIPA UNS - INDOSAT
    SEMINAR YANG BERTEMAKAN “PENANAMAN CULTURE Dan Penerapan IT Sebagai Pendorong Internasionalisasi Sekolah” diselengarakan atas kerjasama FMIPA Universitas sebelas maret Surakarta dan PT. Indosat Tbk merupakan sebuah wujud kepedulian FMIPA UNS dan PT. Indosat Tbk terkait peningkatan mutu pendidikan khususnya di Solo Raya. Dalam seminar ini mengadirkan 3 Pembicara: Mr. Bayu Hanantasena (PT Indosat Tbk)  "Leadership" Materi silahkan di download materi 1 dan materi presentasi lengkap  tidak dapat di upload disini karena file terlaulu besar, silahkan kirim email ke rudist_87@yahoo.co.id jika menginginkan materi tersebut. terima kasih Mr Sutanto (FMIPA UNS) "IT Investment for Internationalization School" Materi silahkan di download materi 2 Mr. Matthew  Praktisi Pendidikan Indonesia-Perancis “Cultural school branding for Internationalization School” Materi silahkan di download materi 3   Materi dari  I-School Silahkan di download New I-School... »»MORE
  • Waskito Widi | A Summary of Immanuel Wallerstein, The Modern World System: Capitalist Agriculture and the Origins of the European World Economy in the Sixteenth Century (New York: Academic Press, 1974)
      REVIEW-NEGARA-GEERTZ ... »»MORE
  • SPERISA DISTANTINA | Qoutation in the end of this year
    "IMAGINATION IS MORE IMPORTANT THAN knowledge"   (Albert Einstein, 1879-1955). The facts are could be seen in the: Shaun the sheep, Avatar, Tom & Jerry, Doraemon, Wayang (Indonesia's puppet)...etc...... »»MORE
  • anggrek bulan | Nilai MK Alat Bantu Produksi
    BERIKUT NILAI UK1 MATA KULIAH Praktik Alat Bantu Produksi (kelas A pada sheet pertama dan kelas B pada sheet kedua. Terus belajar, bekerja dan berkarya. Tetap semangat!!!! :) nilai praktik alat bantu produksi... »»MORE
  • catatan triyadi | lowongan di pt KAI
    SILAKAN BAGI YANG BERMINAT DAN membutuhkan http://www.kereta-api.co.id/informasi-media/rekrutmen/283-persyaratan-dan-kriteria-rekrutmen-eksternal-tingkat-d3-dan-s1-tahun-2011.html... »»MORE
  • INDONESIA MAJU | Berita
    ... »»MORE
  • a matter | Selamat bekerja
    SEMOGA SUKSES DUNIA - AKHIRAT ... »»MORE
  • Yuli Yanti | lowongan pekerjaan
    LOWONGAN KERJA PT TOP FEED PT Top Feed , membuka kesempatan kerja kepada sarjana ( S1 ) Peternakan , dengan syarat : IPK min 2,75, Pria/ Wanita , bagi alumni yang berminat dapat mengirimkan CV, Ijasah/ Transkrip untuk dikirim ke PT Top Feed d/a Jl. raya Timur Bayongbong km 9 Garut- Jawa Barat atau Jl. Otista- Komplek Perumahan Intan Regency Blok V no : 15 Garut jawa Barat, Lamaran paling lambat 28 Nov 2011 sumber: facebook   fp UNDIP... »»MORE
  • Network World | CUD Scholarship Program (Belgium)
    CUD SCHOLARSHIP IS THE SCHOLARSHIP from Belgium Government that take place at University in Wallonia Region instead of Flanders Region. The application is now open until 13 Feb 2012. For more information about the criteria and how to send the application, please go through CUD's website: http://www.cud.be/content/view/339/208/lang,/... »»MORE
  • Ubaidillah Pak-e Thalhah | My Updated CV
    ... »»MORE
  • jokosutrisno | Seminar UMKM Agroindustri 23 Nopember 2011
    ... »»MORE
  • The Arko's | Sempurna?
    APA ARTI KESEMPURNAAN ITU? SEPERTINYA tidak ada.... didunia ini tidak ada yang sempurna tapi kenapa manusia masih terus mengejar dan memuja kesempurnaan? aku benci kesempurnaan, karena dalam kesempurnaan tidak bisa dimasuki kretifitas lagi dan kebijaksanaan lagi ketika kau bilang sempurna berarti saat itu kau sudah kalah, karena saat itulah kamu berhenti untuk berkembang... tapi disatu sisi ketika tidak ada yang dikejar maka saat itulah kamu juga berhenti berkembang maka nikmatilah perjalanan menuju ujung "kesempurnaan" yang sudah Tuhan rancang yaitu ketika kamu mati, ketika kamu mati dan kamu sudah melakukan hal yang terbaik yang bisa kamu lakukan maka kamu sudah menyempurnakan apa yang sudah digariskan Tuhan untukmu.... »»MORE
  • Fuad Anwar | FILM MESTAKUNG
    FILM SEMESTA MENDUKUNG (MESTAKUNG) YANG telah ditayangkan di bioskop Indonesia bercerita tentang seorang anak dari sebuah keluarga miskin Madura yang mengikuti olimpiade fisika. Info lebih lengkap tentang film ini bisa dilihat di : http://www.semestamendukung.com/ Menurut Yohanes Surya (lihat http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=401 ), Mestakung (= seMESTA menduKUNG) merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis. Ada 3 hukum Mestakung yaitu : Dalam setiap kondisi KRItis ada jalan keluar Ketika seorang meLANGkah, ia akan melihat jalan keluar Ketika seorang teKUN melangkah, ia akan mengalami mestakung Ketiga hukum ini disingkat dengan KRILANGKUN (KRItis, LANGkah, teKUN).... »»MORE
  • YC Danarto | Jadwal remidi KKD 1 MTK 1
    REMIDI KKD1 MATA KULIAH MTK 1 akan dilaksanakan pada hari, tanggal    : Kamis, 10 November 2011 jam                      : 15.00 WIB - selesai ruang                  : I-204... »»MORE
  • pardjons | KAITAN ANTARA FORMULASI, TEKHNIK APLIKASI DAN ALAT APLIKASI PESTISIDA
    KAITAN ANTARA FORMULASI, TEKHNIK APLIKASI DAN ALAT APLIKASI PESTISIDA                     Disusun Oleh: KELOMPOK VII                                                                                                  Wahyu Beno K  H0708049     PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2011           KAITAN ANTARA FORMULASI, TEKHNIK APLIKASI DAN ALAT APLIKASI PESTISIDA   I. PENDAHULUAN   Di Indonesia, pestisida yang paling banyak digunakan sejak tahun 1950an sampai akhir tahun 1960-an adalah pestisida dari golongan hidrokarbon berklorseperti DDT, endrin, aldrin, dieldrin, heptaklor dan gamma BHC. Penggunaan pestisida-pestisida fosfat organik seperti paration, OMPA, TEPP pada masa lampau tidak perlu dikhawatirkan, karena walaupun bahan-bahan ini sangat beracun (racun akut), akan tetapi pestisida-pestisida tersebut sangat mudah terurai dan tidak mempunyai efek residu yang menahun. Hal penting yang masih perlu diperhatikan masa kini ialah dampak penggunaan hidrokarbon berklor pada masa lampau khususnya terhadap aplikasi derivat-derivat DDT, endrin dan dieldrin. Pestisida berasal dari kata pest yang berarti hama dan sida berasal dari kata caedo berarti pembunuh. Pestisida dapat diartikan secara sederhana sebagai pembunuh hama. Menurut Food Agriculture Organization (FAO) 1986 dan peraturan pemerintah RI No. 7 tahun 1973, Pestisida adalah campuran bahan kimia yang digunakan untuk mencegah, membasmi dan mengendalikan hewan/tumbuhan penggangu seperti binatang pengerat, termasuk serangga penyebar penyakit, dengan tujuan kesejahteraan manusia. Pestisida juga didefinisikan sebagai zat atau senyawa kimia, zat pengatur tubuh atau perangsang tumbuh, bahan lain, serta mikroorganisme atau virus yang digunakan untuk perlindungan tanaman (PP RI No.6tahun 1995). USEPA menyatakan pestisida sebagai zat atau campuran zat yang digunakan untuk mencegah, memusnahkan, menolak, atau memusuhi hama dalam bentuk hewan, tanaman, dan mikroorganisme penggangu (Soemirat, 2003). Di Indonesia untuk keperluan perlindungan tanaman, khususnya untuk kehutanan dan pertanian pada tahun 1986 tercatat 371 formulasi yang telah terdaftar dan diizinkan penggunaannya, dan 38 formulasi yang baru mengalami proses pendaftaran ulang. Sedangkan ada 215 bahan aktif yang telah terdaftar dan beredar di pasaran (Sudarmo,1997). Sistem budidaya tanaman di Indonesia menganut prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang dinyatakan dalam Undang-Undang No. 12 Tahun 1992. Dalam pelaksanaannya penggunaan pestisida untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah merupakan alternative terakhir dan digunakan secara benar dan bijaksana. Memperhatikan pentingnya peran pestisida dalam pengelolaan hama/penyakit tanaman, terutama dalam operasionalnya dilapangan, maka dipandang perlu bahwa seluruh petugas lapangan yang terlibat dalam perlindungan maupun petugas lapang lain yang berhubungan dengan penggunaan pestisida untuk mengetahui dan memahami berbagai aspek dari pestisida itu sendiri. Hal ini dirasa sangat perlu karena pada umumnya pestisida merupakan bahan berbahaya yang dapat menimbulkan pengaruh negatif terhadap kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Namun demikian disadari pula bahwa pestisida dapat memberikan manfaat yang sangat besar, oleh karena itu dalam pengelolaannya harus diusahakan agar dapat diperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dengan dampak negatif yang sekecil-kecilnya. Dalam hal ini, perlu diperhatikan kaitan antara formulasi dan teknik aplikasi serta alat aplikasi pestisida.   II. ISI FORMULASI PESTISIDA Secara umum formulasi pestisida dapat digolongkan dalam 2 (dua) golongan besar yaitu formulasi cair dan formulasi padat. Formulasi cair biasanya terdiri dari bahan aktif, pelarut dan bahan tambahan seperti pengemulsi, perata, perekat dll, sedangkan formulasi padat umumnya mengandung bahan aktif, bahan pembawa (carier), pembasah dan perata. Formulasi cair, terdiri dari beberapa jenis diantaranya adalah: Pekatan yang dapat diemulsikan (EC/Emulsifiable Concentrate), yaitu formulasi cair yang dibuat dengan melarutkan bahan aktif dalam pelarut tertentu dan dengan menambahkan satu macam atau lebih surfactant atau pengemulsi. Pelarut yang digunakan biasanya adalah xilen, nafta atau kerosene. Formulasi ini biasa digunakan dicampur dengan air dan akan segera menyebar berupa butir-butir sangat kecil yang tersebar dalam air. Bila campuran ini dibiarkan terlalu lama maka akan terbentuk dua larutan yang terpisah, oleh karena itu bila telah bercampur dengan air, pestisida ini harus segera diaplikasikan/digunakan. Pekatan yang larut dalam air (WSC/SCW/Water Soluble Concentrate), merupakan formulasi cair yang terdiri dari bahan aktif yang dilarutkan dalam pelarut tertentu (organik) yang dapat bercampur dengan air itu sendiri atau air itu sendiri sebagai pelarut. Pekatan dalam air (AC/Aqueous Concentrate), merupakan pekatan pestisida yang dilarutkan dalam air. Biasanya adalah bentuk garam dari herbisida asam yang mempunyai kelarutan tinggi dalam air seperti asam 2,4 – D atau 2,4 dichlorofenoksiasetat. Formulasi Padat, terdiri dari beberapa jenis diantaranya adalah: Tepung yang dapat disuspensikan (WP/Wetable Powder atau DP/Dispersible powder), adalah tepung kering yang halus, yang apabila dilarutkan dalam air akan membentuk suspensi. Apabila bahan aktif berupa padatan, maka bahan aktif tersebut ditumbuk halus dan kemudian dicampur dengan bahan pembawa inert yang sesuai, misalnya tanah liat. Apabila bahan aktif berupa cairan, maka bahan aktif tersebut disemprotkan pada bahan pembawa yang kering. Besar partikel tepung biasanya tidak lebih besar dari 45 mikron. Tepung yang dapat dilarutkan (SP/Soluble Powder), formulasi ini hampir sama dengan formulasi WP, tetapi bahan aktif maupun bahan pembawa dan bahan lainnya dalam formulasi ini dapat langsung larut dalam bahan cair sebagai pengencer, yang umumnya adalah air. Butiran (G/Granular), dalam formulasi pestisida butiran, bahan aktif dicampur dengan, dilapisi oleh atau menempel pada bagian luar dari bahan pembawa yang inert, seperti tanah liat, pasir, atau tongkol jagung yang ditumbuk. Formulasi butiran digunakan langsung dengan menebarkannya tanpa dicampur dengan bahan pengencer. Kadar bahan aktif pada formulasi ini berkisar antara 1 – 40%. Debu (D/Dust), pestisida dalam bentuk debu terdiri dari bahan pembawa yang kering dan halus, yang mengandung bahan aktif 1 -10 persen, ukuran partikelnya berkisar lebih kecil dari 75 mikron. Formulasi ini biasanya digunakan dengan alat khusus yang disebut duster, aplikasinya tanpa dicampur dengan bahan lain dan dimanfaatkan untuk mengatasi pertanaman yang berdaun rimbun/lebat, karena partikel debu dapat masuk keseluruh bagian pohon.   TEKNIK APLIKASI   Keberhasilan penggunaan pestisida sangat ditentukan oleh aplikasi yang tepat, untuk menjamin pestisida tersebut mencapai jasad sasaran yang dimaksud, selain juga oleh faktor jenis dosis, dan saat aplikasi yang tepat. Dengan kata lain tidak ada pestisida yang dapat berfungsi dengan baik kecuali bila diaplikasikan dengan tepat. Aplikasi pestisida yang tepat dapat didefinisikan sebagai aplikasi pestisida yang semaksimal mungkin terhadap sasaran yang ditentukan pada saat yang tepat, dengan liputan hasil semprotan yang merata dari jumlah pestisida yang telah ditentukan sesuai dengan anjuran dosis (Wudianto, 1999). Wudianto (1999), adapun cara pemakaian pestisida yang sering dilakukan oleh petani adalah sebagai berikut : Penyemprotan (Spraying) : merupakan metode yang paling banyak digunakan. Biasanya digunakan 100-200 liter eceran insektisida per ha. Paling banyak adalah 1000 liter per ha sedangkan yang paling kecil 1 liter per ha seperti dalam ULV. Dusting : untuk hama rayap kayu kering cryptothermes, dusting sangat efisien bila dapat mencapai koloni karena racun dapat menyebar sendiri melalui efek prilaku trofalaksis. Penuangan atau penyiraman (pour on) : Misalnya untuk membunuh sarang semut, rayap, dan serangga tanah di persemaian. Injeksi batang : Dengan insektisida sisitemik bagi hama batang, daun, dan penggerek. Dipping : rendaman/pencelupan seperti untuk biji/benih Kayu. Fumigasi: penguapan, misalnya pada hama gudang atau kayu. Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam menaplikasikan sesuatu pestisida antara lain; 1.    Dosis Pestisida. Dosis adalah jumlah pestisida dalam liter atau kilogram yang digunakan untuk mengendalikan hama tiap satuan luas tertentu atau tiap tanaman yang dilakukan dalam satu aplikasi atau lebih. Sementara dosis bahan aktif adalah jumlah bahan aktif pestisida yang dibutuhkan untuk keperluan satuan luas atau satuan volume larutan. Besarnya suatu dosis pestisida tergantung dalam label pestisida. Sebagai contoh dosis insektisida diazinon 60 EC adalah satu liter per ha untuk sekali aplikasi, atau misal 400 liter larutan jadi diazinon 60 EC per ha untuk satu kali aplikasi sedangkan untuk dosis bahan aktif contohnya sumibas 75 SP dengan dosis 0,75 kg/ha (djojosumarto, 2008). 2.    Konsentrasi Pestisida Konsentrasi penyemprotan adalah jumlah pestisida yang disemprotkan dalam satu liter air (atau bahan pengencer lainnya) untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT) tertentu. Ada tiga macam konsentrasi yang perlu diperhatikan dalam hal penggunaan pestisida Konsentrasi bahan aktif yaitu persentase bahan aktif pestisida dalam larutan yang sudah dicampur dengan air Konsentrasi formulasi yaitu banyaknya pestisida dalam cc atau gram setiap liter air Konsentrasi larutan atau konsentrasi pestisida yaitu persentase kandungan pestisida dalam suatu larutan jadi (Djojosumarto ,2008). 3.    Volume Semprot Volume semprot adalah banyaknya larutan jadi insektisida yang digunakan untuk menyemprot hama/penyakit per satuan luas atau per satuan individu tanaman. 4.    Bahan Penyampur Pestisida sebagai bahan racun aktif (active ingredients) dalam formulasi biasanya dinyatakan dalam berat/volume (di Amerika Serikat dan Inggris). Bahan-bahan lain yang tidak aktif yang dicampurkan dalam pestisida yang telah di formulasi dapat berupa: Solvent adalah bahan cair telarut mis: alkohol, minyak tanah, xyline dan air. Biasanya bahan terlarut ini telah diberi deodorant (bahan penghilang bau tidak enak baik yang berasal dari pelarut maupun dari bahan aktif). Sinergis adalah sejenis bahan yang dapat meningkatkan daya racun walaupun bahan itu sendiri mungkin tidak beracun, seperti sesamin (berasal dari biji wijen), dan piperonil butoksida. Emulsifier merupakan bahan detergen yang akan memudahkan terjadinya emulsi bila bahan minyak diencerkan dalam air (Sastroutomo, 1992).   ALAT APLIKASI PESTISIDA Beberapa alat semprot untuk pengendalian hama / penyakit antar lain: Knapsack Sprayer Alat semprot yang sangat meluas digunakan, tidak hanya untuk menyemprot hama, tetapi juga untuk menyemprot gulma, bahkan untuk menyemprot tanaman dengan pupuk cair. Alat ini hanya bisa untuk bahan cair dengan bahan pelarut air. Kapasitas tangki antara 15-20 liter dioperasikan secara manual dengan pompa tangan dan daya jangkaunya sangat terbatas yaitu        2 meter. Mist Blower Alat semprot yang dioperasikan dengan tenaga mesin. Bisa digunkan untuk bahan cairan, tepung dan butiran. Daya jangkaunya ± 10 meter. Kapasitas tengki 14 liter. Pulsfog Alat semprot yang dioperasikan dengan tenaga mesin digunakan hanya untuk bahan cair, dimana keluarnya berupa kabut. Penyemprotan dilakukan pada malam hari pada saat kabut sudah mulai turun. Alat-alat aplikasi pestisida hendaknya selalu di kalibrasi pada waktu yang berkala. Kalibrasi merupakan proses untuk mendapatkan standar dan prosedur yang tepat dalam melaksanakan penyemprotan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kebutuhan pestisida dan kualitas alat semprot, sehingga penggunaan pestisida tidak kurang atau kelebihan. Dalam melakukan kalibrasi hal yang diperhatikan adalah kecepatan jalan harus konstan, tekanan semprot sprayer tetap, ukuran/tipe nozzel, ketinggian nozzel di atas permukaan tanah. Kecepatan Jalan Cara mengukur : 1)      Isi alat semprot dan pompa sambil jalan   sejauh 100 meter 2)      Catat waktu yang dibutuhkan, misal 150 detik  (2,5 menit), jadi kecepatan jalan : 100/2,5  = 40 meter per menit Tekanan semprot sprayer Tekanan yang biasa digunakan adalah 15 – 20 psi atau 1,0 – 1,5 kg/cm2. Ukuran atau tipe nozzel Polijet merah (lebar semprot 2 m) Polijet biru (lebar semprot 1,5 m) Polijet hijau (lebar semprot 1 m) Polijet kuning (lebar semprot 0,5 m) Mencari Volume Semprot :  Volume Semprot = 10.000Xcairan semprot / Lebar semprotXKecepatan JumlahTangki/Ha : Jumlah Tangki per hektar = VS per hektar / Kapasitas Tangki  Kosentrasi Pestisida : Jumlah Pestisida = Dosis Rekomendasi / Kapasitas Tangki   III. PENUTUP   Pada dasarnya semua alat yang digunakan untuk mengaplikasikan pestisida dengan cara penyemprotan disebut alat semprot atau sprayer. Apapun bentuk dan mekanisme kerjanya, sprayer berfungsi untuk mengubah atau memecah larutan semprot, yang dilakukan nozzle, menjadi bagian-bagian atau butiran-butiran yang sangat halus ( Panut, 2000 ). Dalam penjelasan diatas pada bab II, dapat diketahui bahwa formulasi akan menentukan teknik apliksi dan selanjutnya alat yang digunakan. Selain itu dalam kaitan antara ketiga aspek ini harus dilakukan kalibrasi dari waktu ke waktu untuk menentukan kefektifan dan efesiensi penggunaan pestisida.   Tabel 1. Kaitan Formulasi, Teknik Aplikasi, dan Alat yang digunakan Formulasi Teknik Aplikasi Alat Aplikasi Pestisida Formulasi CairEC WSC AC Penyemprotan, Dipping, Fumigasi, Injeksi  Knapsack Sprayer, Mist Blower, Pulsfog Formulasi PadatTepung (WP) Tepung (SP) Granulair (g) Debu (D) Dusting, Pour on(Penaburan) Mist Blower,Penaburan dengan Tangan dilindungi kaos tangan plastik. DAFTAR PUSTAKA   Djojosumarto, P., 2000, Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian, Kanisius, Yogyakarta. Djojosumarto, Panut. 2004. Teknik Aplikasi Pestisida Pertanian. Kanisius. Yogyakarta. Sastroutomo Soetikno S., 1992, Pestisida Dasar-Dasar Dan Dampak Penggunaanya, Gramedia, Jakarta. Sukma,Y. dan Yakup, 1991,  Gulma Dan Teknik Pengendaliannya, Rajawali Press, Jakarta.                    ... »»MORE
  • Math Motivation | Salarium : Garam
    DISAMPAIKAN PADA SEMINAR NASIONAL WIRAUSAHA Ramah Lingkungan Berbasis Ilmiah Pend. Kimia fkip UNS, 29 Oktober 2011 Background Penciptaan awal manusia mengenal kehidupan dan sistem kehidupan tidak terlepas dari urusan kimia. Sejarah dapat dilihat dari asal-usul kata, dimana kata Salary (in english) berasal dari bahasa latin SALARIUM yang artinya GARAM. Atau kalau anda tanya kan ke google translate SALARIUM artinya MONEY GIVEN TO SOLDIERS FOR SALT. Pada awalnya orang tidak menggunakan uang, mereka lapar mereka berburu. Namun kesulitan dimulai tatkala barang yang dicari sedang dimiliki oleh orang lain. Ada keinginan untuk menukar. Akhirnya musti dicari sebuah alat atau benda yang bisa dipakai untuk media tukar menukar. Tentunya Benda-benda yang ditetapkan sebagai alat pertukaran itu adalah benda-benda yang diterima oleh umum (generally accepted), benda-benda yang dipilih bernilai tinggi (sukar diperoleh atau memiliki nilai magis dan mistik), atau benda-benda yang merupakan kebutuhan primer sehari-hari; misalnya garam yang oleh orang Romawi digunakan sebagai alat tukar maupun sebagai alat pembayaran upah. Ternyata menurut data dari google translate tersebut diatas, orang Inggris menyebut upah adalah pengaruh dari sejarah Romawi. Kimia adalah Riset Setelah Steve Jobs atau Abdul Lateef wafat, ada surat terbuka dari Thomas Friedman seorang columnist dari NEW YORK TIMES kepada Presiden Barack Obama : " We need to get millions of American kids, not just geniuses, excited about innovation and entrepreneurship again". Steve Jobs mampu membuat dunia sunyi tapi menghasilkan karya-karya besar yang diterima oleh pasar. Sunyi ? Ya....bayangkan tatkala untuk membuat satu kalimat waktu itu kita dihadapan mesin ketik, seberapa bisingnya bunyi yang dihasilkan. Lantas mesin ketik digantikan tuts dari keyboard yang sudah berkurang kebisingannya, lantas muncullah mouse yang masih terdengar suara klik, namun fenomenal innvation dari Jobs : cukup disentuh tanpa mengeluarkan bunyi-bunyian untaian kalimat dapat dibuat dengan rapi. In short, we needs more people like Apple cofounder and CEO Steve Jobs : 1. Do What You Love - Think differently about your career 2. Sell Dream, not Products - Think differently about your costumers 3. Master the Message - Think differently about yaou story Steve Jobs telah meninspirasi dunia telah melakukan riset dengan segala keterbatasan sumber daya. Tentunya ini harus menginspirasi juga kepada student, guru, mahasiswa dan dosen kimia untuk mencari dan mencari kembali rahasia dibalik setiap unsur dan senyawa yang ada di alam ini. Kurangnya riset dibidang kimia saat ini, membawa kimia ke dunia abstrak seperti pure mathematics, bahkan lebih abstrak. Padahal ilmu kimia sangat konkrit dan nyata. Kimia konkrit dan Nyata Musim hujan di minggu ini membuat saya tertegun, 4 bulan ini di FMIPA saya sedang menggiatkan tanam pohon. Karena musim kemarau panjang maka petugas taman diminta untuk terus menyirami setiap pagi bahkan sore hari. Namun kondisi tanaman tidak sehijau dan sesegar minggu ini. Kenapa ? Saya baru bisa mendapatkan jawabananya dari seorang ahli nuklir lulusan Jerman ( Dr. Buntarto) : hal tersebut diakibatkan reaksi nuklir yang terjadi tatkala terjadi petir. Petir iniliah yang membuat secara rekasi kimia menhasilnya unsur nitrogen diawan yang akhirnya dibawa oleh air hujan turun ke tanah. Tanaman untuk hijau hanya membutuhkan satu unsur yaitu : NITROGEN. Dan lagi-lagi inilah cikal bakal sebuah kehidupan dimulai dari nitrogen. Kita yang didup dikatulistiwa, tentunya kaya dengan hujan dan kaya dengan nitrogen sehingga negara ini menjadi hijau dimana-mana. Petaka berawal dari kurangnya riset kimia : pupuk kimia di mana- mana berimplikasi tanah jadi rusak dan produksi pangan tidak dapat optimal sehingga negri yang kaya ini harus impor beras dari Thailand atau Vietnam.... »»MORE
  • yuliyanti | heran
    DISAAT BANYAK YANG PROTES KARENA jatah untuk nulis di blognya uns dibatasi, kok ini malah saya dapat jatah blog lagi. Harus sedih ataukah bahagia? ya sudahlah, saya manfaatkan sebaik-baiknya saja.. toh gratis. mudah-mudahan bisa memberikan manfaat yang positif untuk umat. amin.... »»MORE